Plankton di Perairan

Secara umum keberadaan plankton di perairan akan dipengaruhi oleh tipe perairannya (mengalir atau tergenang), kualitas kimia dahn fisika perairan (misalnya suhu, kecerahan, arus, pH, kandungan CO2 bebas dsb) dan adanya kompetitor pemangsa plankton.

Pada perairan tergenang keberadaan plankton akan berbeda dari waktu ke waktu dan berbeda pula dalam menempati ruang atau badan air, sedangkan pada perairan mengalir unsure waktu dan ruang relative tidak berperan nyata. Hal ini menyebabkan pengambilan sampel untuk pengamatan parameter biologi perairan berbeda-beda.

Pengambilan sampel air untuk pengamatan parameter plankton terdiri dari beberapa metode, yaitu :
a. penyaringan (filtration method) dengan menggunakan plankton net dengan ukuran mata jaring disesuaikan dengan klasifikasi plankton yang diinginkan. jumlah air yang tertampung bervariasi 5 – 50 l tergantung dari kepadatan plankton yang dapat dilihat dari warna air. Sampel diambil dengan menggunakan alat sampling dengan volume tertentu, kemudian di saring dengan menggunakan planktonnet. sampel plankton yang tertampung dalam saringan dipindahkan ke dalam botol koleksi lalu diawetkan dengan menggunakan formalin atau alcohol sebelum dilakukan identifikasi plankton di bawah mikroskop.
b. pengendapan air contoh (sedimentation method) dengan menggunakan tabung penampung
c. centrifuge cara ini kurang diminati karena tidak portable

Pengamatan plankton sebagai parameter biologi umumnya meliputi keanekaragaman plankton dan kelimpahan plankton yang terkandung dalam suatu perairan. perhitungan kelimpahan plankton dapat menggunakan :
(1) Haemocytometer, pengamatan dengan alat ini ditujukan bagi phytoplankton atau plankton mikroskopik, pada mikroskop dengan perbesaran 100 x. Biasa digunakan untuk perhitungan (counting) Fitoplankton dengan ukuran < 10 μm.
image

image
Gambar 34. Haemocytometer (b) perbesaran penampang untuk menghitung sampel plankton (c) titik pengamatan kelimpahan plankton

(2) Sedgwick rafter cell, pengamatan dengan alat ini ditujukan bagi Mikrozooplankton dan Fitoplankton dengan menggunakan mikroskop binokuler perbesaran 100
image
Gambar 35. Sedgwick rafter cell

Saedgwick rafter cell merupakan alat pengamatan plankton yang paling sering digunakan untuk kegiatan identifikasi plankton, karena memiliki kapasitas yang relatif lebih besar, sehingga dapat digunakan untuk identifikasi fitoplankton dan zooplankton yang berukuran mikro. Volume sedgwick rafter cell tepat 1(satu) cc atau 1 cm3 dengan perincian panjang 50 mm, lebar 20 mm dan tebal 1 mm.

(3) Bogorov tray, pengamatan dengan alat ini ditujukan bagi zooplankton dengan menggunakan mikroskop binokuler perbesaran 40 x, volume bogorov tray dalam satu kali pengamatan ± 6 ml.
image
Gambar 36. Bogorov tray