Pada proses pengeringan, air bergerak dari dalam massa tanah liat melalui pori-pori ke permukaan dan selanjutnya menguap ke udara, kemudian karena daya tarik kapiler, air dari dalam bergerak ke permukaan dan pada gilirannya akan menguap ke udara. Pengeringan tanah liat selalu diikuti oleh penyusutan volume. Pada saat lapisan air yang berupa film menyelimuti partikel tanah liat menguap ke udara, partikel-partikel menjadi saling mendekat, akibatnya seluruh massa menyusut.
Demikian seterusnya, proses ini terjadi secara berulang sampai air yang menyelimuti partikel tanah liat menguap, sehingga semua partikel akan saling mendekat dan mengakibatkan massa menjadi susut dan padat serta kuat. Dalam kondisi demikian, proses pengeringan tanah liat dianggap selesai.
Untuk benda keramik berdinding tipis, pengeringan akan merata ke seluruh bagian benda. Sebaliknya bila dinding tebal, seringkali terjadi retakan- retakan di beberapa bagian, khususnya bila pengeringan dilakukan secara cepat. Hal itu disebabkan kecepatan air yang meninggalkan permukaan sebagai uap lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan air yang bergerak dari dalam massa tanah liat.
Akibatnya bagian permukaan akan menyusut terlebih dahulu karena lubang pori-pori akan menyempit dibandingkan dengan bagian dalam sehingga bagian permukaan tidak mampu menerima tekanan uap air yang bergerak ke luar dan mengakibatkan benda menjadi retak. Banyak sedikitnya susut kering tergantung pada ukuran partikel dan jumlah air yang melapisi partikel itu.
Untuk tanah liat yang berpartikel halus dan berpori-pori banyak, susut keringnya akan relatif besar. Sebaliknya bagi tanah liat yang berbutir kasar dan berpori-pori sedikit, susut keringnya relatif kecil.
Pengujian susut kering dilakukan dengan cara menghitung susutnya garis ukur yang telah digoreskan pada benda uji atau susut volume benda uji yang dibuat secara khusus yang berbentuk lempengan segi empat.
Proses Pengujian Susut Kering Tanah Liat
1. Lakukan pengulian masing- masing formula tanah liat yang telah dipersiapkan untuk pengujian di atas meja gips, sehingga tanah liat menjadi homogen.
3. Potonglah lempengan tanah liat yang telah dibuat menjadi lempengan-lempengan tanah liat berukuran 14 cm, lebar 4 cm, dan tebal 1,5 cm sebanyak 〕 15 buah untuk setiap formula tanah liat.
Kemudian berilah kode potongan lempengan tanah liat tersebut sesuai dengan formula tanah liat.
4. Buatlah goresan garis lurus pada permukaan lempengan yang telah dipotong sepanjang 10 cm (100 mm) dan beri tanda pada setiap ujungnya dengan garis sepanjang 2 cm, kemudian hitung volumenya (14 x 4 x 1,5)
5. Lakukan pengeringan benda uji tersebut dengan cara diangin- anginkan terlebih dahulu. Setelah cukup kering, jemur di bawah matahari hingga menjadi kering.
6. Lakukan pengukuran kembali goresan garis lurus pada benda uji yang telah kering, kemudian hitung persentase penyusutan tanah liat dari benda uji menggunakan perhitungan metode garis atau metode volume dengan rumus sebagai berikut: