Langkah-langkah Pengujian Susut Bakar
1. Ambil semua benda uji yang telah dibakar untuk masing-masing formula tanah liat dengan tiga suhu bakar yang berbeda.
2. Ukur goresan garis lurus yang ada pada masing-masing benda uji tersebut dari tiga suhu bakar yang berbeda, kemudian hitung persentase susut bakar linier dan susut bakar volume benda uji untuk tiga suhu bakar yang berbeda.
Porositas adalah kemampuan badan tanah liat yang telah dibakar untuk menyerap air melalui pori-pori. Tingkat porositas dapat dihitung melalui proses perebusan dan perendaman benda uji di waktu tertentu. Uji porositas yaitu kegiatan pengujian untuk mengetahui tingkat penyerapan air suatu benda uji dari massa tanah liat yang telah dibakar. Daya penyerapan terhadap air pada benda dengan pori-pori banyak atau porositas besar akan besar, sebaliknya, bila benda uji mengalami proses “vitrifikasi” hingga padat dan tidak berpori lagi, maka daya serap mendekati nol.
Hubungan antara Porositas dan Suhu Pembakaran
Di dalam massa tanah liat plastis terdapat pori-pori atau celah di antara partikel-partikelnya. Pori-pori ini berisi air plastisitas yang sewaktu-waktu dapat keluar dan masuk tergantung pada udara sekeliling. Pada suhu pembakaran 6000C, pori-pori kosong karena plastisitas menguap, saat suhu pembakaran dinaikkan melebihi 6000C, bahan-bahan felspatik berfungsi sebagai fluks, yaitu bahan yang dapat menurunkan titik matang tanah liat.
Akibatnya bahan-bahan silika mencair dan mulai memasuki pori-pori yang kosong dengan disertai penyusutan volume. Semakin besar susut massa tanah liat, semakin sedikit dan kecil ukuran pori-pori. Peleburan bahan- bahan silikat akibat fluks berlanjut sampai semua pori-pori terisi hingga porositas menjadi nol dan menjadi kedap air.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada setiap kenaikan suhu pembakaran akan terjadi perubahan volume atau penyusutan yang berpengaruh pada kekuatan dan porositas benda yang dibakar. Dengan kata lain, semakin tinggi suhu bakar, badan tanah akan semakin kuat dan semakin kecil porositasnya. Pada titik “vitrifikasi”, pembakaran dianggap telah selesai dengan kekuatan yang maksimal dan porositas yang minimal.