Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Sistem Reservasi – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Mengenal Industri Pariwisata > Sistem Reservasi

Sistem Reservasi

Berbeda hotel maka akan berbeda pula sistem yang digunakan dalam menerima pemesanan kamar, hanya disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing hotel, namun umumnya proses penanganan pemesanan kamar dapat dilihat gambaran tentang basic reservation activities.

Memeriksa ketersediaan kamar
Sebelum menerima suatu pemesanan kamar, adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh seorang petugas reservasi adalah memeriksa keadaan kamar yang tersedia pada tabel kontrol reservasi, tabel ini ada beberapa macam yaitu:
a. Forecast board.
Forecast board atau tabel keadaan kamar untuk masa yang akan datang bentuknya menyerupai sebuah kalender. Papan data keadaan kamar dimasa mendatang ini biasanya ditampilkan dalam periode untuk 4 bulan ke depan dan tanggal-tanggal yang tertera adalah mewakili informasi tentang status kamar.

b. Tabel pemesanan kamar/reservation chart
Banyak hotel menggunakan reservation chart atau tabel pemesanan kamar. Tabel tersebut digunakan untuk menampilkan dan mendata kamar yang tersedia. Reservation chart dapat dibedakan menjadi dua bentuk: conventional chart dan density chart.

Conventional chart biasanya dipergunakan pada hotel kecil, dimana jumlah kamarnya tidak terlalu banyak dan dapat diketahui jumlah kamar yang terisi dan kamar yang sudah dipesan. Sedangkan menerima pemesanan kamar lebih banyak dari jumlah kamar yang tersedia tidak memungkinkan.

Prosedur pengisian conventional chart dapat dilakukan sebagai berikut:
– Pengisian dan perubahan harus dilakukan dengan pensil.
– Perhatikan nomor kamar yang akan dialokasikan sebelum memberikan konfirmasi.
– Pemberian tanda alokasi dengan strip anak panah mulai dari tanggal tiba sampai tanggal berangkat, sedangkan diatas tanda strip dituliskan nama tamu dengan pensil.
– Didalam penulisan nama tamu tidak perlu ditulis jabatan atau nama pemberian, cukup dengan nama panggilan (surname).
– Bila terdapat pesanan pendek hanya satu atau dua hari sehingga tidak mungkin menulis nama tamu secara lengkap maka cukup diisi NOMOR FOLIO- Diadakan perbaikan bila terjadi perubahan dan keluarkan dari
tabel bila terjadi pembatalan.

Keuntungan dari conventional chart, nomor kamar bisa ditentukan  sebelum tamu tiba, lebih mudah melihat kamar yang masih bisa  dijual, namun mempunyai kekurangan yaitu kelebihan pemesanan  kamar tidak bisa diperlihatkan, memerlukan waktu lama dalam  memasukkan atau merubah data, sulit menentukan kamar.

Menerima atau menolak permintaan pemesanan kamar
Setelah memeriksa kamar yang ingin dipesan oleh tamu, maka ada 2  pilihan yang petugas reservasi akan lakukan yaitu menerima atau  menolak suatu pemesanan kamar. Jika kamar tersedia, biasanya  permintaan pemesanan kamar akan diterima, setelah itu petugas  reservasi akan melakukan proses pendataan reservasi yang  disesuaikan dengan sistem yang berlaku di hotel, apakah dengan  formulir reservasi atau pengolahan data komputer terminal.

Namun bila kamar tidak tersedia, maka petugas akan memberikan  berbagai alternatif pilihan kepada calon tamu seperti: jenis kamar lain,  periode lain, masuk daftar tunggu atau pindah kamar setelah satu hari  kedatangan ataupun menawarkan hotel lain yang sejenis. Bila segala  pilihan alternatif yang telah diberikan dan calon tamu tidak berkenan,  maka pemesanan kamar tersebut akan ditolak, hal ini dikenal dengan istilah denying of booking.

Ada beberapa alasan yang umum mengapa suatu pemesanan kamar ditolak apabila:
a.Hotel tidak dapat memberikan permintaan-permintaan calon tamu, seperti jenis kamar, tanggal yang diminta dan fasilitas lain.
b.Hotel mengalami fully booked atau pemesanan kamar penuh, sehingga pemesanan kamar yang masuk tidak dapat diterima lagi. Hal ini biasanya terjadi saat musim ramai (peak season).
c.Calon-calon tamu yang sebelumnya telah diketahui memiliki reputasi yang buruk sebagai tamu dimasa lalu di hotel tersebut, misalnya ada permasalahan mengenai pembayaran rekening atau kasus-kasus lain yang dianggap merugikan pihak hotel.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79