Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Ketelitian dan Ketepatan (Presisi) – TN Elektro
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Dasar Pengukuran Listrik > Peralatan Ukur Listrik > Ketelitian dan Ketepatan (Presisi)

Ketelitian dan Ketepatan (Presisi)

Ketelitian menyatakan tingkat kesesuaian hasil pengukuran terhadap harga atau nilai yang sebenarnya; sedang ketepatan menyatakan tingkat kesamaan di dalam sekelompok pengukuran atau sejumlah instrumen. Misalkan kita bandingkan dua buah voltmeter dengan model dan dari pabrikan sama. Mestinya kedua voltmeter tersebut dapat dibaca dengan ketepatan yang sama, tetapi dapat pula terjadi ketelitian kedua voltmeter tersebut dapat berbea sama sekali.

Hal ini dapat terjadi karena adanya kesalahan sistem dalam salah satu voltmeter tersebut, misalkan berubahnya tahaman seri di dalam sasalah satu voltmeter tersebut. Untuk menentukan voltmeter mana yang menghasilkan kesalahan ukur, diperlukan perbandingan terhadap voltmeter standar (kalibrasi). Ketepatan terdiri dari dua karakteristik, yaitu (1) kesesuaian, dan (2) jumlah angka yang berarti dari suatu hasil pengukuran.

Kesesuaian adalah suatu persyaratan yang perlu tetapi belum cukup untuk memperoleh ketepatan, misalkan sebuah tahanan 1,384572 mega-ohm diukur dengan ohmmeter secara konsisten dan berulang memberikan hasil pengukuran sebesar 1,4 mega-ohm. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah hasil pengukuran tersebut telah membaca harga yang sebenarnya? Tentu saja belum, karena kita masih perlu membicarakan angkaangka yang berarti dari hasil pengukuran.

Angka-angka yang berarti tersebut memberikan informasi yang aktual mengenai kebesaran dan ketepatan pengukuran. Makin banyak angka yang berarti, ketepatan pengukuran menjadi lebih besar. Sebagai contoh, jika nilai sebuah tahanan adalah 68 ohm, ini berarti bahwa tahanan tersebut akan lebih mendekati 68 ohm daripada 67 ohm atau 69 ohm. Selanjutnya jika disebutkan nilai tahanan adalah 68,0 ohm, berarti nilai tahanan tersbut lebih mendekati 68,0 ohm daripada 67,9 ohm atau 68,1 ohm.

Pada 68 ohm terdapat dua angka yang berarti, sedang pada tahanan 68,0 ohm terdapat tiga angka yang berarti, yang memiliki ketepatan yang lebih tinggi daripada tahanan 68 ohm. Sudah menjadi kelaziman untuk mencatat suatu hasil pengukuran dengan menggunakan semua angka yang kita yakini paling mendekati ke harga yang sebenarnya. Misalnya, jika sebuah voltmeter dibaca 117,1 volt; maka ini menunjukkan bahwa penaksiran yang paling baik menurut pengamat yang lebih mendekati ke 117,1 volt daripada 117,0 volt atau 117,2 volt.

Cara lain untuk menyatakan hasil pengukuran ini adalah menggunakan rangkuman kesalahan yang mungkin, sehingga dapat dituliskan menjadi 117,1 ± 0,05 volt. Contoh: Serangkaian pengukuran tegangan yang dilakukan dengan konsisten oleh empat pengamat memberikan data hasil pengukuran: 117,02 volt, 117,11 volt, 117,08 volt, dan 117, 03 volt. Tentukan (1) nilai rata-rata, dan (2) rangkumankesalahan ukurnya. Penyelesaian:
image

Rangkuman Kesalahan (mak) = Umak – Urata-rata = 117,11 – 117,06 = 0,05 V
Rangkuman Kesalahan (min) = Urata-rata – Umin = 117,06 – 117,02 = 0,04 V
Rangkuman kesalahan rata-rata = ± 0,045 = ± 0,05 V

Sering terjadi bahwa banyaknya angka belum tentu menyatakan ketepatan pengukuran. Bilangan-bilangan besar dengan anka-angka nol sebelum titik desimal sering digunakan pada penaksiran jumlah penduduk atau uang. Misalnya, jika jumlah penduduk sebuah kota dilaporkan dalam enam angka yaitu 380.000, ini dapat diartikan bahwa penduduk yang sebenarnya adalah antara 379.000 dan 380.001 yakni dalam enam angka yang berarti.

Tetapi walaupun dalam enam angka berarti bukan 370.000 atau 390.000 karena jumlah penduduk tersebut tidak lebih mendekati ke angka 380.000. Bentuk penulisan teknis yang lebih tepat adalah menggunakan perpangkatan sepuluh, misalnya 38 x 104 atau 3,8 x 105. Di sini ditunjukkan bahwa jumlah penduduk hanya teliti sampai dua angka yang berarti. Ketidakpastian yang disebabkan oleh angka-angka nol di sebelah kiri titik desimal biasanya diatasi dengan tanda penulisan ilmiah yaitu dengan menggunakan perpangkatan sepuluh.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79