Insulation Tester biasanya digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) dari isolasi (insulation) yang membungkus bahan penghantar yang digunakan pada kabel listrik. Secara normatif tegangan listrik setinggi 1 Volt membutuhkan isolasi yang memiliki nilai tahanan/resistans (resistance) sebesar 1000 Ohm (1kΩ). Kerusakan pada isolasi akan mengakibatkan kebocoran tegangan listrik yang dapat membahayakan manusia penggunanya.
Alat ini biasanya digunakan pada industri trafo, pemasangan jaringan listrik, dan motor listrik. Namun demikian dapat juga dipakai untuk mengukur tegangan AC (Alternating Current), dan tahanan/resistan (resistance) pada pesawat televisi.
Gambar 41 menampilkan salah satu Insulation Tester yang dimaksud.
![]()
Gambar 41. Insulation Tester
Kontrol dan Indikator
Kontrol dan indikator dari Insulation Tester ditampilkan gambar 42 berikut.
![]()
Gambar 42. Kontrol dan Indikator Insulation Tester
1. Output Jacks, MΩ. Berguna untuk memeriksa isolasi, apakah ada kebocoran tegangan listrik. Kabel penyidik (probes) warna merah dimasukkan ke jacks warna merah, kabel penyidik (probes) warna hitam dimasukkan ke jacks warna hitam.
2. Input Jacks, ACV digunakan untuk pengukuran tegangan AC dan nilai tahanan/resistan (resistance)
3. papan Skala
4. Indikator “ON”
5. “ON MΩ”, saklar pilih untuk pengukuran tahanan/resistan tinggi (high resistance). “OFF (ACV)”, saklar pilih untuk tegangan AC, dan “Battery (B) Chek” untuk memeriksa tegangan baterai.
6. Saklar “MΩ/ACV”. Saklar “MΩ”untuk pilihan mode uji isolasi (insulation test). Saklar jangkauan ukur “ACV” untuk mode pengukuran tegangan AC.
7. Pengatur posisi jarum pada angka nol secara mekanik (Mechanical Zero Adjust).