" /> Konfigurasi Oscilloscope | TN Elektro

Konfigurasi Oscilloscope

Oscilloscope adalah alat ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus. Dengan Oscilloscope dapat dilihat bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Gambar 32 memperlihatkan satu bentuk Oscilloscope yang dimaksud.
image
Gambar 32. Oscilloscope

image
Gambar 33. Tampilan depan Oscilloscope

Kontrol dan Indikator Oscilloscope
1. VERTICAL INPUT;
Berfungsi sebagai input terminal untuk channel-A/saluran A.
2. AC-GND-DC.
Penghubung input vertikal untuk saluran A. Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi AC, sinyal input yang mengandung komponen DC akan ditahan/di-blokir oleh sebuah kapasitor. Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi GND, terminal input akan terbuka, input yang bersumber dari penguatan internal di dalam Oscilloscope akan di-grounded.
Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi DC, input terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada di dalam Oscilloscope dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor.
3. MODE
CH-A : untuk tampilan bentuk gelombang channel-A/saluran A.
CH-B : untuk tampilan bentuk gelombang channel-B/saluran B.
DUAL : pada batas ukur (range) antara 0,5 sec/DIV – 1 msec (milli second)/DIV, kedua frekuensi dari kedua saluran (CH-A dan CH-B) akan saling berpotongan pada frekuensi sekitar 200k Hz.
Pada batas ukur (range) antara 0,5 msec/DIV – 0,2 μ sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran (channel/CH) dipakai bergantian.
ADD : CH-A dan CH-B saling dijumlahkan. Dengan menekan tombol PULL
INVERT akan diperoleh SUB MODE.
3. VOLTS/DIV variabel untuk saluran (channel)/CH-A.
4. VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A. Jika tombol “VARIABLE” diputar ke kanan (searah jarum jam), pada layar monitor akan tergambar tergambar tegangan per “DIV”.
Pilihan per “DIV” tersedia dari 5 mV/DIV – 20V/DIV.
5. Pengatur posisi vertikal untuk saluran (channel)/CH-A.
6. Pengatur posisi horisontal.
7. SWEEP TIME/DIV.
8. SWEEP TIME/DIV VARIABLE.
9. EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar.
10. CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak ke puncak.
COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji komponen (component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada posisi GND.
13. TRIGGERING LEVEL.
14. LAMPU INDIKATOR.
15. SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang).
16. SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
17. GND terminal ground/arde/tanah.
18. SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol SOURCE pada posisi :
 – INT : sinyal dari channel A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan,
 – CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A,
 – CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B,
 – AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan sumber sinyal AC itu sendiri,
 – EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan sumber sinyal.
19. POWER ON-OFF.
20. FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
21. INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
22. TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini.
CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaan CH-B/channel (saluran) B.
23. VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B.
24. VARIABLE.
25. VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B.
26. AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada nomor 2.
COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji.