Jumlah muatan elementer (biasanya pada peristiwa kelistrikan turut serta bermilyar-milyar elektron dan dengan demikian berarti muatan elementer) menghasilkan suatu muatan listrik tertentu (simbol formula Q ). Satuan muatan listrik ditetapkan 1 Coulomb (simbol C). Dalam hal ini berlaku :
1 C = 6,24 . 1018 muatan elementer
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa
Kuat arus I = Muatan listrik Q
Waktu t
berarti : Kuat arus
![]()
Kita uraikan persamaan tersebut kedalam Q, sehingga menjadi Q = I . t Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya muatan listrik Q ditentukan oleh arus I dan waktu t. Dalam pada itu kita pasang arus I dalam A dan waktu t dalam s, sehingga diperoleh satuan muatan listrik adalah 1 As, yang berarti sama dengan 1 C.
1 Coulomb = 1 Ampere sekon
1 C = 1 As
Contoh :
Sebuah aki mobil diisi dengan 2,5 A.
Berapa besarnya muatan listrik aki tersebut setelah waktu pengisian berlangsung selama 10 jam ?
Jawaban :
Q = I . t
Q = 2,5 A . 10 h = 25 Ah = 25 A . 3600 s = 90.000 As = 90.000 C
Beda Potensial
Potensial listrik adalah banyaknya muatan yang terdapat dalam suatu benda. Suatu benda dikatakan mempunyai potensial listrik lebih tinggi daripada benda lain, jika benda tersebut memiliki muatan positif lebih banyak daripada muatan positif benda lain.
![]()
Gambar 1.16 Muatan listrik pada beberapa benda
Pada Gambar 1.16, terlihat bahwa benda A memiliki muatan positif paling banyak sehingga benda A mempunyai potensial listrik paling tinggi, disusul benda B, C, baru kemudian D. Apa yang dimaksud dengan beda potensial?
Beda potensial listrik (tegangan) timbul karena dua benda yang memiliki potensial listrik berbeda dihubungkan oleh suatu penghantar. Beda potensial ini berfungsi untuk mengalirkan muatan dari satu titik ke titik lainnya. Satuan beda potensial adalah volt (V). Alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik disebut voltmeter. Secara matematis beda potensial dapat dituliskan sebagai berikut.
![]()
Keterangan :
U : beda potensial (V)
W : usha/energi (J)
q : muatan listrik (C)