Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Pengukuran Sinyal Tegangan & Arus Dengan Oskiloskop – TN Elektro
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Dasar Pengukuran Listrik > Peralatan Ukur Listrik > Pengukuran Sinyal Tegangan & Arus Dengan Oskiloskop

Pengukuran Sinyal Tegangan & Arus Dengan Oskiloskop

A. Pengukuran Sinyal tegangan DC
Tahanan R1 dan R2 berfungsi sebagai pembagi tegangan. Ground osiloskop dihubung kan ke negatip catu daya DC. Probe kanal-1 dihubungkan ujung sambungan R1 dengan R2. Tegangan searah diukur pada mode DC.
Misalnya:
VDC = 5V/div. 3div = 15 V
Bentuk tegangan DC merupakan garis tebal lurus pada layar CRT. Tegangan terukur diukur dari garis nol kegaris horizontal DC.
image
Gambar 9.3 Cara Pengukuran Tegangan DC

B. Mengukur Tegangan AC, periode T, dan frekuensi F.
Trafo digunakan untuk mengisolasi antara listrikyang diukur dengan listrik pada osiloskop. Jika menggunakan listrik PLN maka frekuensinya50 Hz.
Misalnya: Vp = 2V/div · 3 div = 6 V
Vrms = 6 / V2= 4,2 V
T = 2ms/div · 10 div = 20 ms
f = 1/T = 1/20ms = 50 Hz
Tegangan AC berbentuk sinusoida dengan tinggi U dan lebar periodenya T. Besarnya tegangan 6 V dan periodenya 20 milidetik dan frekuensinya 50 Hz.
image
Gambar 9.4 Cara Pengukuran Tegangan AC

C. Mengukur Sinyal Arus Listrik AC
Pada dasarnya osiloskop hanya mengukur tegangan. Untuk mengukur arus dilakukan secara tidak langsung dengan R = 1W untuk mengukur drop tegangan.
Misalnya:
Vp = 50 mV/div · 3div
= 150 mV = 0,15 V

Vrms = 0,15 / V2 = 0,1 V
I  = Vrms/R = 0,1V / 1Ω
= 0,1 A
Bentuk sinyal arus yang melaluiresistor R adalah sinusoida menyerupai tegangan. Pada beban resistor sinyal tegangan dan sinyal arus akan sephasa.
image_thumb[1]
Gambar 9.5 Prinsip Pengukuran Arus


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79