Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pengaruh Warna Terhadap Efek Psikologi Kerja

Warna dapat mempengaruhi terhadap efek psikologi di antaranya :
(1) Perasaan :
a. Merah, orange, kuning – perasaan panas
b. Biru, hijau – perasaan dingin

(2) Penerangan :
a. Putih – menimbulkan cahaya 80%
b. Hijau – menimbulkan cahaya 20%
c. Abu-abu – menimbulkan cahaya 10%

(3) Dorongan bertindak :
a. Merah – mengadakan aksi
b. Orange, kuning – menjadi riang
c. Biru hitam – menentang

(4) Pengaturan kombinasi warna yang baik dalam bengkel :
a. Dinding Abu-abu dengan mesin Biru – Kombinasi dingin
b. Dinding Biru dengan mesin Hijau – Kombinasi netral
c. Dinding Ros dengan mesin Hijau – Panas

Penggunaan kombinasi warna dalam bengkel :
1. Hijau berarti aman, digunakan pada alat PPPK
2. Kuning berarti hati-hati digunakan pada tempat/ bagian yang membahayakan seperti :
a) Bagian menonjol
b) Bagian yang mudah terkena kepala
c) Bagian atas dan bawah tangga

3. Orange digunakan pada bagian-bagian perlengkapan berbahaya yang dapat mematahkan, menghancurkan, mengejutkan dan melukai, seperti :
a) Tanda adanya aliran listrik yang menyebabkan bahaya
b) Tanda masuk untuk komponen mesin
c) Tempat bagian-bagian yang berputar : roda gigi, roda bor dan alat pemotong
d) Bagian dalam kotak sekering
e) Bagian tajam pisau potongan
f) Tutup pengaman mesin

4. Merah digunakan untuk :
a) Tanda letak peralatan pemadam kebakaran (persegi)
b) Pintu darurat
c) Saklar listrik untuk menghidupkan/ mematikan mesin
d) Kaleng minyak (diberi tambahan garis/ ban kuning)

5. Biru berarti : “Perhatian terhadap” :
a) Mesin yang bergerak berlawanan
b) Mesin yang sedang diperbaiki
c) Jalan antara mesin-mesin/ peralatan

d) Jalan tikungan
e) Tempat mencuci peralatan
f) Sekitar tempat sampah

6. Hitam putih atau kombinasi hitam putih berarti tanda-tanda lalulintas dan tanda-tanda (urusan) rumah tangga (misalnya tembok)

7. Putih untuk langit-langit (plafon)

Kegaduhan/ kebisingan yaitu :
1. Komunikasi dalam ruangan luas dapat berlangsung secara wajar/ tanpa gangguan yang menghambat. Secara pokok paling sedikit 5 db dari kemungkinan suara gangguan.
2. Komunikasi tanpa alat bantu/ tanpa tambahan energi yang melakukan. Guru mengeluarkan suara tidak lebih dari 75 db, siswa tidak kurang dari 40 db.
3. Menempatkan tempat duduk siswa paling belakang dekat dinding penyekat > 2 M.
4. Mengurangi kegaduhan/ kebisingan dengan jalan :
a. Membuka dinding atau pintu cukup lebar
b. Menadah peredaran kebisingan pada dinding
c. Mengatur letak antara mesin-mesin
d. Rangsangan untuk motivasi belajar
e. Peningkatan minat oleh komite keselamatan dan kesehatan kerja disertai penyediaan peralatan yang memadai
f. Kontrol yang baik yaitu :
1) Pengawasan di tunjukkan kesalahannya
2) Pencegahan dengan diskusi, induktrinasi dan poster/ slogan
3) Perbaikan dengan instruksi kerja, cara kerja.

Dengan demikian pimpinan instalasi dan karyawan serta siswa harus saling bertanggungjawab atas penyelenggaraan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat masing-masing. Untuk itu perlu dibentuk suatu organisasi keselamatan dan kesehatan kerja yang mendapat dukungan dari para ahli keselamatan dan kesehatan kerja. Adapun prosedur yang sistematis dari komite keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan dapat menciptakan dan memelihara minat atas terselenggaranya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik.

Taufiqullah

Taufiqullah