Sengatan Arus Listrik

Tersengat arus listrik dan tubuh terbakar merupakan resiko umum yang dialami oleh personil yang bekerja di bidang refrigerasi dan tata udara. Tidak mungkin melakukan pekerjaan instalasi atau troubleshooting peralatan refrgerasi dan tata udara tanpa menghubungkan peralatan tersebut ke sumber daya listrik. Hal ini sudah menjadi tanggung jawab para teknisi/mekanik refrigerasi & tata udara memikirkan prosedur kerja yang aman ketika bekerja disekitar peralatan yang masih terhubung ke sumber tegangan tanpa bersentuhan dengan penghantar atau komponen lainnya yang masih bertegangan.

image
Gambar 1.1 Kondisi Yang Membahayakan

Tersengat Arus Listrik
Tersengat arus listrik dapat terjadi ketika seseorang menjadi bagian dari rangkaian listrik. Ketika arus listrik melewati tubuh manusia, hasilnya dapat berbeda-beda mulai dari mengalami sensasi sengatan ringan hingga mengalami sensasi yang lebih berat dan kematian. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh sengatan arus listrik terhadap seseorang tergantung pada besar arus listrik yang mengalir melalui tubuh, lintasan arus listrik, dan lama waktu.

Para teknisi harus mencegah jangan sampai tubuhnya menjadi bagian penghantar antara kabel fasa dan kabel netral dalam suatu rangkaian listrik yang bertegangan. Tubuh kita dapat menjadi bagian dari rangkaian listrik melalui beberapa kejadian. Pertama, tubuh kita dapat menjadi bagian dari suatu rangkaian listrik bila kita menyentuh penghantar bertegangan seperti diperlihatkan dalam Gambar 1.2. Terlihat telunjuk tangan personil menyentuh terminal Kotak Kontak Biasa (KKB) pada penghantar fasa.

Arus listrik mengalir melalui jari telunjuk ke kaki selanjutnya melalui tanah kembali ke titik pembumian trafo distribusi.

image

Gambar 1.2 Lintasan arus listrik melalui tubuh manusia dari tangan ke tangan

Besaran arus listrik yang dapat menimbulkan cidera serius bagi tubuh manusia sangat rendah. Energi listrik yang dimasukkan ke suatu rangkaian listrik disebut gaya elektromotif, yang diukur dalam satuan volt. Dalam dunia refrigersi dan tata udara, para teknisi/mekanik seringkali berhubungan dengan tegangan 24 volt, yang lazim diterapkan pada rangkaian kontrol sistem komersial/industrial, 220 volt yang banyak digunakan untuk menggerakkan kompresor sistem residental/domestik, atau 380 volt tegangan yang digunakan pada sistem tiga fasa untuk menggerakkan kompresor pada sistem komersial dan industrial.

Tegangan tersebut dapat menyebabkan cidera serius bila mengenai tubuh manusia. Cara kedua, tubuh kita dapat menjadi bagian dari suatu rangkaian listrik bila kita menyentuh dua kabel bertegangan, kabel fasa dan kabel netral atau kabel pentanahan (ground) secara bersamaan.

TN

"Tasikmalaya, Indonesia"


"My Facebook"


"My Instagram"


"My Twitter"