Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Badan Keramik Earthenware – TN Seni
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Badan Keramik Earthenware

Earthenware dikenal sebagai jenis badan tanah liat yang hanya mampu dibakar pada suhu rendah (900oC–1180oC).Contoh produk keramik yang dibuat dari badan tanah liat earthenware adalah gerabah. Beberapa contoh jenis produk tanah liat earthenware yang lain adalah batubata, genting, dan terracotta. Tanah liat dalam keadaan mentah yang diperoleh dari tempat asalnya (deposit) memiliki berbagai warna yaitu krem, kuning kecoklatan, merah kecoklatan, abu-abu, dan hitam, perbedaan warna banyak dipengaruhi oleh perbandingan kadar kandungan bahan tanah liat antara lain campuran atau kotoran humus (organik), oksida besi (Fe), oksida mangaan (Mn), oksida cupper (Cu), oksida cobalt (Co), dll.

Pada waktu proses pembakaran berlangsung kotoran yang bersifat organik akan terbakar habis, sedangkan bahan yang terikat secara kimiawi akan menyebabkan tanah liat menjadi berwarna. Pada umumnya tanah liat earthenware paling banyak mengandung oksida besi (Fe). Bentuk butiran atau partikel yang halus dan lembut akan memberikan sifat lentur atau plastis jika mengandung air yang berfungsi sebagai pelumas.

Plastisitas tanah liat earthenware cukup tinggi sehingga susut kering dan susut bakarnya juga tinggi, jadi semakin tinggi plastisitas tanah liat semakin tinggi pula susut kering dan susut bakarnya. Sifat lain adalah porositasnya yang cukup tinggi setelah mengalami proses pembakaran hal ini disebabkan karena tanah liat ini masih banyak mengandung pasir.
image
Gambar 46 . Salah satu jenis produk gerabah di Sentra Keramik Bayat (Jawa Tengah)

Dengan adanya sifat porous ini memungkinkan air pembentuk keluar dari badan keramik selama proses pengeringan sehingga benda keramik tidak mudah pecah atau retak. Perubahan struktur tanah liat earthenware dari hasil proses pembakaran:
1) Suhu bakar antara 700oC–900oC mudah pecah
2) Suhu bakar antara 900oC–1050oC aman
3) Suhu bakar antara 1050oC–1180oC maksimal
4) Suhu bakar di atas 1180oC akan gosong bahkan meleleh.
image

Berikut ini adalah contoh pengembangan formula badan tanah liat earthenware yang dikembangkan dengan merubah komposisi bahan:

Tabel 4.Pengembangan formula badan tanah liat.
image


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79