Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Konstruksi Furnitur – TN Seni
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Pemodelan Furnitur > Konstruksi Furnitur > Konstruksi Furnitur

Konstruksi Furnitur

Sejak orang mulai menggunakan rumah tinggal, disana ada kecenderungan semua orang menginginkan furnitur sebagai pelengkapnya, bahkan berupaya mendisainnya sendiri. Dari sejarah dapat diketahui bahwa perkembangan disain furnitur begitu pesat meliputi ratusan gaya dan model yang beragam. Ensiklopedia Furniture (Amerika) adalah salah satu sumber yang baik yang banyak mengungkap deskripsi/uraian rinci tentang disain furnitur, walaupun ada kesulitan untuk aplikasi penggambaran dan kompilasi penempatan pada kompartemen yang tepat, namun gaya dan model disain nya dapat menginspirasi dan hampir keseluruhannya sebenarnya dapat digunakan sampai saat ini.

Pada periode awal, disain yang dilakukan adalah perancangan furnitur cara tradisional, lalu periode berikutnya adalah cara modern, tapi sampai saat ini ada banyak sekali model campuran tradisional dan modern, yang dapat menyatukan fitur dari gaya lama dengan fitur lain yang menggambarkan model gaya milik mereka sendiri.

Model furnitur pada periode awal di Amerika, apa yang disebut sebagai model jaman kolonial, didominasi oleh model tradisional, tetapi sampai pada Jaman mutakhir ini, para perancang secara kreatif terus mengembangkan karya disainnya, meliputi gaya Modern, gaya Transisi, gaya Oriental, gaya Scandinavia, Perancis, Italia dan gaya Spanyol atau gaya Mediterania, semua itu ternyata menjadi rujukan utama dalam perkembangan sejarah furnitur dimanapun, termasuk di Indonesia.

Furnitur jenis apapun yang dibuat pada jaman kolonial Amerika dari tahun 1608 sampai dengan tahun seribu delapan ratus tiga puluhan adalah apa yang disebut sebagai Furniture Models of Early America atau furnitur model kolonial. Penetapan periode awal ini ditandai dengan banyaknya kayu masif yang digunakan untuk membangun rumah dan furnitur.

Dengan peralatan tangan sederhana yang dipakai terus berkembang secara kokoh, sampai pada pemakaian peralatan modern menjadi bagian yang sangat bermanfaat dan terpadu dengan keperluan aktifitas hidup orang banyak, selanjutnya tercipta perabotan/ furnitur untuk tempat penyimpanan, tempat duduk, tempat tidur, perabotan untuk keperluan makan, dan furnitur untuk keperluan aktifitas yang lainnya.

Konstruksi dari Pembentukan dan Pembengkokan
Konstruksi ini terdiri dari satuan parts, ambang, tiang, dan komponen lainnya terbuat dari kayu padat (solid) atau melaminasi yang dibengkokkan dan/atau diformat/ dibentuk untuk keperluan desain furnitur, misalnya tempat duduk/kursi dengan sandaran bentuk lengkung. Hingga kini teknik penekukan kayu tetap merupakan teknik yang eksklusif, walau di negeri aslinya skandinavia, teknik tersebut sudah menjadi hal yang umum karena sejarah teknik perkayuannya yang sudah amat tua.

Peralatan bending di Indonesia, masih merupakan barang mahal bagi workshop atau bengkel furnitur. Untuk tetap mencapai teknik penekukan kayu maka diperlukan cara khusus yang hanya dapat diterapkan pada jeins papan lapis. sedangkan untuk kayu solid lebih sering diupayakan dengan cara membentuk tekukan/ lengkungan dengan membuang bagian tertentu daging kayu sampai terbentuk tekukan yang diinginkan.

Teknik penekukan kayu merupakan satu upaya merubah sifat alamiah kayu dengan berbagai macam cara, pemanasan sehingga dapat mengatur partikel pembentuk kekencangan kayu, atau dengan cara membuat celah (groove) secara melebar di sepanjang bidang melintang dari arah tekuk papan (kerfing).

Furnitur Kayu
Jenis konstruksi furnitur yang umum digunakan, tidak terlepas dari sistem dan tipikal penyambungan dan hubungan pada konstruksi kayu. Anda bisa menyimak bahwa suatu sambungan/hubungan konstruksi kayu memperlihatkan apa yang disebut sebagai “standar” format/bentuk, variasi, dan proporsi yang diperlukan untuk disesuaikan dan diadopsi untuk kepentingan desain tertentu, dalam pekerjaan rekayasa dan pemodelan furnitur, khususnya dalam aspek konstruksi. (John A, Walthon, 1979).

Munculnya material resin adhesiv sintetis modern, ternyata dapat memperluas kemungkinan penggunaan sistem menyambungan dan menyediaan permukaan imitasi untuk keperluan suatu furnitur atau benda lainnya. Secara umum resin adhesiv dengan efek serat kayu banyak digunakan dalam pembuatan furnitur dan asesories. Kemunculan bahan sintetis, menjadikan tipikal dan sistem konstruksi furnitur lebih bervariasi. Ditinjau dari aspek material dan sistem konstruksi, maka anda akan dapat mengamati, bahwa jenis dan tipikal konstruksi furnitur adalah sebagai berikut : (John A, Walthon, 1979)