Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Pengukur Temperatur – TN Seni
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Benda Keramik > Perlengkapan Pembakaran > Pengukur Temperatur

Pengukur Temperatur

Pengendalian suhu pembakaran dalam proses pembakaran perlu diperhatikan agar hasil pembakaran yang diinginkan dapat tercapai. Dalam praktek pembakaran benda keramik, yang perlu diketahui adalah jenis tanah liat/komposisi tanah liat, jenis glasir, dan suhu yang akan dicapai. Suatu jenis tanah liat atau komposisi glasir yang telah dibakukan biasanya sudah ditentukan suhu bakarnya. Untuk mengukur suhu bakar dapat digunakan termokopel, pirometer dan pyrometric cone (pancang suhu).

Sebetulnya, termokopel pirometer merupakan satu kesatuan alat pengukur suhu, yang biasa disebut dengan pirometer.
a. Pirometer
Pirometer adalah alat pengukur suhu di dalam tungku pada setiap saat selama pembakaran berlangsung. Pirometer mempunyai dua bagian penting yaitu termokopel dan galvanometer atau pirometer yang dilengkapi dengan penunjuk berupa jarum dan skala suhu dalam satuan derajat Celcius atau Fahrenheit. Ada 2 macam pyrometer, yaitu pirometer optis dan pirometer termolistrik (termokopel). Pirometer termolistrik terdiri dari termokopel, skala, dan kawat penghubung antar couple dengan skala.

Sedangkan termokopel terdiri dari dua kawat logam campuran yang berlainan. Kedua kawat tersebut dibungkus dengan bahan isolasi tahan api.
image
Gambar 29. Penampang termokopel pada dinding tungku.

image
Gambar 30. Termokopel

Cara kerja pirometer ialah sebagai berikut: Pada saat suhu bakar di dalam tungku mulai memanas, titik temu kedua kawat yang disolder bertindak sebagai batu baterai yang mengeluarkan arus listrik lemah sebesar beberapa milivolt. Semakin lama arus mengalir, semakin bertambah besar pula pemanasan, sesuai dengan pertambahan suhu di dalam tungku. Arus menggerakkan jarum indikator menjelajahi skala suhu yang tergambar pada galvanometer.

Dengan melihat posisi jarum terhadap skala suhu, operator akan dapat langsung membaca dan menentukan besarnya panas yang ada di dalam tungku. Pirometer merupakan sebuah instrumen yang rentan rusak, penanganannya harus hati-hati karena harganya mahal, sehingga sebaiknya pengoperasiannya dipercayakan kepada operator pembakaran. Biasanya dalam proses pembakaran, selain pirometer, juga digunakan alat pengukur suhu lainnya yang dikenal sebagai cone atau pancang. Seringkali kedua jenis alat pengukur suhu ini digunakan dalam satu tungku sehingga dapat dihindari kesalahan membaca suhu akibat salah satu alat tidak berfungsi.

b. Termokopel
Termokopel adalah bagian yang aktif dari sebuah alat pengukur suhu yang disebut pirometer. Termokopel dibuat dari dua jenis kawat dengan kedua ujungnya dilebur dan disatukan (disolder). Kawat termokopel untuk suhu di bawah 11000C berbeda dengan termokopel untuk suhu di atas 1100oC. Kawat termokopel untuk suhu di bawah 1100oC menggunakan dua kawat, yaitu campuran logam krom-alumunium dan logam nikel.

Kawat termokopel untuk suhu di atas 11000C menggunakan dua kawat, yaitu platinum murni dan campuran platinum-rodium. Kedua kawat yang menyatu ujungnya dilindungi oleh sebuah tabung tahan api dari mineral mulit atau jenis mineral tahan api lainnya. Kedua kawat ujung termokopel dihubungkan dengan kabel kawat timbal pada pirometer.
image
Gambar 31. Pirometer

Termokopel dimasukkan ke dalam tungku pembakaran melalui lubang khusus, kedua ujung kawat yang diluar dihubungkan dengan kabel penghubung ke galvanometer indicator (pirometer). Kalau ujung sambungan tersebut terkena panas maka akan timbul tegangan listrik yang dapat diukur dengan alat ukur listrik (pirometer) yang akan menunjukkan suhu pada ruang pembakaran. Pada jenis tungku tertentu, pirometer dan termokopel sudah terpasang di tungku pembakaran. Bila belum terpasang, umumnya terdapat lubang yang ada di tengah tungku untuk meletakkan termokopel, sedangkan pirometernya perlu diletakkan pada posisi yang aman dan indikatornya mudah dibaca.