" /> Perancangan Saluran dan Jaringan Irigasi - TN Sipil
Home > Irigasi dan Drainase > Sistem Irigasi Permukaan > Perancangan Saluran dan Jaringan Irigasi

Perancangan Saluran dan Jaringan Irigasi

a. Menentukan ketinggian muka air di bangunan sadap
Tinggi muka air di bangunan sadap tersier pada saluran primer atau sekunder dapat dihitung dengan persamaan berikut :
P = A + a + b + c + d + e + f + g + h + z
Dimana:
P = ketinggian muka air di saluran primer atau sekunder
A = ketinggian lahan sawah
a = lapisan genangan air di sawah (10 cm )
b = kehilangan tinggi energi disaluran kuarter ke sawah ( 5 cm )
c = kehilangan tinggi energi di boks bagi kuarter ( 5 cm )
d = kehilangan tinggi energi selama pengaliran di saluran irigasi
e = kehilangan tinggi energi di boks bagi
f = kehilangan tinggi energi di gorong-gorong
g = kehilangan tinggi energi di bangunan sadap
h = variasi tinggi muka air
z = kehilangan tinggi energi di bangunan tersier lain

b. Menentukan kemiringan saluran di lapangan,
Kemiringan saluran mengikuti kemiringan lahan pada peta topografi (kontur). Cara terbaik adalah memplot elevasi pada titik potong trase saluran dengan garis kontur
image
Gambar 17. Menentukan Kemiringan Saluran

c. Menentukan Kemiringan Lahan ( Lo )
Kemiringan lahan tiap ruas daerah irigasi dapat ditentukan dengan persanaan :
image
Dimana :
RWLu = Tinggi muka air yang diperlukan pada bangunan sadap di hulu
RWLd = Tinggi muka air yang diperlukan pada bangunan sadap di hilir
H0 = Jumlah perkiraan kehilangan tinggi pada bangunan dan saluran
L = Panjang ruas