Home > Pengolahan Perikanan > Pengemasan Produk Ikan > Administrasi Pengolahan Produk Ikan

Administrasi Pengolahan Produk Ikan

Pembukuan adalah pencatatan transaksi. transaksi meliputi penjualan, pembelian, pendapatan, dan pengeluaran oleh perseorangan maupun organisasi. Menurut Mills et al (1991), administarsi sebagai bagian dari proses manajemen yang berhubungan dengan institusi dan pelaksanaan prosedur yang digunakan untuk menentukan dan mengkomunikasikan program sampai perkembangan kegiatan diatur dan dimonitoring berdasarkan target dan rencana.

Pada suatu unit pengolahan ikan yang telah mengekspor produknya ke luar negeri, tugas yang biasa dilakukan oleh seorang lulusan dari bidang kejuruan adalah diterjunkan langsung kedalam sistem produksi suatu unit pengolahan ikan. Menurut Prawirosentono (2009) sistem produksi adalah bagian dari manajemen operasional. Kata produksi berasal dari kata production, yang secara umum dapat diartikan membuat (to produce) suatu produk dari berbagai bahan. Sedangkan arti sistem adalah method of planning atau cara merencanakan yang berkaitan dengan membuat produk.

Secara singkat ruang lingkup sistem produksi sebagai berikut :

  • · Metode perencanaan produksi atau dalam bahasa inggrisnya Production Planning (PP), yang pada praktiknya harus diikuti dengan
  • · Pelaksanaan produksi
  • · Pengendalian produksi

Berdasarkan perencanaan jenis dan skala dapat dihitung kebutuhan modal. Dengan modal yang tersedia dapat menyediakan atau membeli berbagai faktor produksi seperti tenaga kerja, mesin dan teknologi, bahan baku, bahan penolong, tanah, gedung dan sebagainya. Seluruh faktor produksi tersebut berinteraksi dalam proses produksi dengan cara sebagai :

  • · Tenaga kerja (sumberdaya manusia) merupakan factor produksi terpenting dalam pelaksanaan suatu proses produksi. Tenaga kerja selain bertindak sebagai tenaga administrasi juga sebagai tenaga kerja langsung untuk mengoperasikan mesin produksi yang mengolah bahan baku dan bahan penolong menjadi barang jadi ataupun barang setengah jadi.
  • · Bahan baku dan bahan penolong, bahan baku dan bahan penolong yang sudah dibeli harus disimpan didalam gudang. Selanjutnya, bila bahan-bahan tersebut harus diolah, berarti bahan-bahan tersebut harus dikeluarkan dari gudang penyimpanan dan selanjutnya diolah menjadi produk setengah jadi atau jadi.

Pengendalian stok
Pengendalian stok berhubungan dengan rekaman tulis menulis yang dibuat sebagai alat bantu untuk mengendalikan stok. Namun harus diingat bahwa yang lebih penting dari rekaman adalah pengendalian fisik yang dijalankan, dengan kata lain untuk mencegah kerugian daripada merekamnya. Barang perlu disimpan ditempat yang sesuai dan dibawah pengawasan petugas yang bertanggungjawab yang harus memastikan bahwa barang disimpan dalam kondisi yang baik. Stok yang sangat berharga dan yang kemungkinan dicuri, harus disimpan di ruang atau kurungan terpisah yang dapat dikunci. Stok boleh dikeluarkan hanya berdasarkan permintaan yang ditandatangani oleh orang yang berwenang.

Tujuan perekaman stok dapat diuraikan sebagai berikut :

  • · Menjelaskan data barang yang telah dibeli dan dibuat seperaktis mungkin
  • · Menjelaskan nama pemasok dan pembeli barang yang keluar masuk perusahaan
  • · Menjelaskan barang yang disimpan, dipesan sehubungan dengan permintaan produksi dan penjualan
  • · Menjelaskan informasi guna penetapan harga barang yang akurat

Untuk memastikaan pengendalian atas persediaan, petugas persediaan hanya boleh mengeluarkan barang berdasarkan permintaan dengan wewenang yang tepat dan semua pengeluaran harus disertai surat tanda penyerahan. Permintaan harus menyatakan secara jelas :

  • · Kuantitas dan deskripsi barang
  • · Persediaan yang harus mengeluarkan barang bersangkutan dan unit bagian yang harus menerimanya.