Home > Pengelolaan Kualitas Air > Kualitas Air Untuk Budidaya > Filter Biologi Untuk Kualitas Air

Filter Biologi Untuk Kualitas Air

Filter biologi secara periodik perlu dibersihkan, terutama untuk menghilangkan partikel-partikel yang mungkin dapat menimbulkan penyumbatan. Pembersihan perlu dilakukan dengan hati-hati jangan sampai membuat bakteri yang hidup disana mati. Pembersihan dapat dilakukan dengan cara dibilas dengan menggunakan air bersih bebas klorin. Pembersihan juga dapat dilakukan secara bertahap, dengan meninggalkan sebagian media yang lain tetap tidak tertanggu.

Hal ini akan menjamin bakteri tetap bertahan hidup disana. Koloni bakteri yang hidup pada media yang tidak terganggu segera akan menginvansi media yang baru dibersihkan, tentu saja selama “pakan” dan oksigen tersedia bagi bakteri tersebut.
image
Gambar 3. Bahan media untuk menempelnya bakteri pengurai.

Prinsip dasar pembuatan filter adalah dengan membelok-belokan arah aliran air keatas dan kebawah agar “memaksa” air kotor dari akuarium untuk menembus/melewati media filter agar mendapatkan nilai efektifitas yang ingin dicapai. Pemasangan filter atas sebaiknya tidak permanen di lekatkan ke aquarium, agar memudahkan dalam mengangkat dan membersihkan kompartemen filter tanpa harus menurunkan akuariumnya. Berikut ini adalah macam-macam filter :

Filter Canister
Filter Canister merupakan salah satu bentuk improvisasi dari beberapat tipe filter versi “lama”, seperti filter under gravel dan filter atas. Prinsip utama dari filter ini adalah memberikan kesempatan yang sama pada air untuk melalui media filter secara menyeluruh, yaitu dengan cara memaksa air tersebut “menembus” media filter. Hal ini dilakukan dengan membuat sistem tersebut kedap udara, sehingga tercipta suatu tekanan yang “seragam” didalam filter, sesuatu yang tidak bisa dilakukan dalam sistem terbuka yang langsung berhubungan dengan atmosfir.

Dengan cara demikian air akan “terpaksa” menembus media yang ada sehingga kontak dengan media menjadi lebih baik. Adanya tekanan menyebabkan kondisi kontak antara air dengan media menjadi terjamin, sehingga hasil filtrasi menjadi relatif lebih baik, dan kontak dapat berlangsung dalam waktu relatif lama. Oleh karena itu sistem filtrasi canister lebih jarang memerlukan perawatan rutin. Filtrasi dapat tetap berlangsung dengan baik selama beberapa bulan, sebelum memerlukan perawatan.
image
Gambar 4. Filter Canister

Gambar di atas menunjukkan kurang lebih diagram sebuah filter canister. Air masuk melalui bagian bawah filter. Kemudian setelah “menembus” media, air dikembalikan ke akarium malalui sebuah pompa pada “kepala” filter ini. Tekanan dalam filter sepenuhnya tanggung jawab dari pompa. Apabila pemilihan media dan kapasitas pompa tepat, sistem ini dapat berfungsi dengan baik dalam jangka waktu lama sebelum memerlukan perawatan. Perawatan biasanya diperlukan apabila output filter mulai berkurang dari kapasitas yang dibutuhkan.

Under Gravel Filter
Sesuai dengan namanya filter “under gravel” adalah sebuah filter yang terletak dibawah lapisan “gravel” (kerikil, pasir) di dasar akuarium. Konstruksinya terdiri dari lapisan bahan anti karat (plastik) berlubang dengan kaki penopang sehingga tercipta ruangan bebas dibawahnya untuk memungkinkan air bersih mengalir (Gambar 5). Disalah satu sudutnya (atau lebih) terdapat pipa keluaran untuk mengembalikan air hasil filtrasi kedalam akuarium.