Pengemasan Tuna

Proses pengemasan sangat penting karena berpengaruh pada kualitas tuna selama diperjalanan. Jika pengemasan tidak baik maka kualitas dari daging tuna akan berubah saat sampai di Negara tujuan ekspor. Tujuan ekspor dari perusahaan pengolahan tuna segar adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Hal yang perlu dipersiapkan untuk pengemasan adalah box karton ukuran 120 x 50 x 40 cm, plastik bening, kertas stereoform, dan biang es. Pertama-tama box disiapkan lalu diberi dua buah plastik ukuran 2 x 1,5 m dan satu kertas steoroform ukuran 1,5 x 1,5 m di dalamnya.

Kemudian tuna dimasukkan kedalam box tersebut. Tuna yang dimasukkan biasanya berjumlah 2-3 ekor dalam satu box. Untuk mencegah pembusukan selama perjalanan, biang es di masukkan ke bagian dalam kepala tuna dan di sekitar tubuh tuna. Setelah itu di bungkus dengan plastik tadi. Untuk mencegah es menyublim, plastik tersebut di ikat menggunakan selotip. Selanjutnya box tersebut ditutup dan diberi label. Isi label tersebut adalah tujuan pengiriman, nama pengirim, nama penerima, berat tuna di kemasan, dan grade. Lalu box tersebut diikat menggunakan tali plastik dan diberi selotip di kedua ujungnya untuk mencegah udara masuk. Terakhir dimasukkan ke dalam mobil box dan siap di ekspor.
clip_image002
Gambar 38. Tuna Loin di Kemas Plastik

clip_image004
Gambar 39. Tuna Loin di Bungkus Tissue

clip_image006
Gambar 40. Tuna Loin di Timbang

clip_image002[4]
Gambar 41. Tuna Loin di Celup Air Dingin

clip_image004[4]
Gambar 42. Tuna Loin di Kemas Styrofoam

clip_image006[4]
Gambar 43. Tuna Loin di Masukan Styrofoam

clip_image008
Gambar 44. Tuna Loin Siap di Ekspor (Pola Pembiayaan Usaha Kecil, 2009)