Home > Pengelolaan Kualitas Air > Penyakit Budidaya Perairan > Penyebaran Virus Ikan di Indonesia

Penyebaran Virus Ikan di Indonesia

Jenis MBV dan SEMBV telah dideteksi meluas di seluruh tambak di Indonesia. Penyakit ini menyerang udang berumur 1 – 2 bulan telah tebar. Serangan MBV ditandai dengan perubahan hepatopankreas yang menjadi kekuningan karena mengalami kerusakan. Kasus ini melanda sejak tahun 1998 dengan tingkat kematian lebih dari 90% dalam waktu 2 minggu sejak gejala serangan dijumpai. Sedangkan penyakit yang diakibatkan oleh SEMBV ditandai dengan timbulnya bercak putih berukuran 0,5 – 2,0 mm pada bagian karapas hingga menjalar ke ujung ekor.

Bercak putih yang timbul adalah sebagai akibat abnormal depasit garam kalsium oleh lapisan epidermis kutikular. Tanda serangan YHV di tambak kepala udang berwarna kekuningan. Jenis virus, kisaran inang dan tanda klinis umum yang ditimbulkannya dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Jenis virus, kisaran inang dan tanda klinis umum yang ditimbulkannya.
image

image

Diagnosis Laboratoris
Dilakukan dengan bermacam cara. Dimulai dengan isolasi virus dilanjutkan dengan identifikasi melalui bioassay, histopatologi, mikroskop elektro, dan Polymerase Chain Reaction (PCR). Namun metoda diagnosis yang umum dilakukan di beberapa laboratorium adalah bioassay dan PCR. Pada teknik bioassay selain dapat mengetahui patogen utama, juga dapat diperoleh informasi beberapa sifat biologis patogen seperti :
1) Mekanisme transmisi secara horizontal
2) Virulensi dan masa inkubasi
3) Inang spesifik dan non spesifik

Teknik umum yang dilakukan adalah Uji Postulat River yaitu melalui teknik kohabitasi dengan Mencampur ikan sumber infeksi dengan ikan sehat dalam kurun waktu tertentu dan Teknik infeksi buatan melalui penyuntikan partikel virus khv. Pada teknik Kohabitasi, rasio ikan sumber infeksi dan ikan sehat adalah; 1 : (4 – 8) dalam waktu 7 – 10 hari.