Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi > Tanaman Mucuna (Leguminosa pansan)

Tanaman Mucuna (Leguminosa pansan)

Mucuna sp atau tanaman Koro benguk (Jawa) dapat digunakan sebagai tanaman yang dapat menghasilkan biji berprotein tinggi dan dapat memainkan fungsi rehabilitasi lahan secara khusus. Biji Mucuna dapat dibuat tempe atau setelah direbus selama 24 jam akan dapat pula dicampur dengan ubi kayu untuk meningkatkan gizi ubi kayu.

Beberapa keuntungan rehabilitasi Iahan tidur dengan tanaman penutup tanah seperti Centrocema dan Mucuna antara lain adalah:
1. Disamping menghasilkan biji, daun tanaman Mucuna menghilangkan racun HCN yang cukup tinggi sehingga tidak disukai ternak. Mengurangi gangguan pencurian oleh pencari rumput dapat diatasi dan penyediaan bahan organik tanah dengan tanaman ini Iebih terjamin
2. Mucuna juga sangat cepat pertumbuhannya dan dapat beradaptasi pada berbagai jenis tanah seperti tanah-tanah berkapur (Alfisol) atau pada tanah masam Podsolik.
3. Pertumbuhan Mucuna pada lahan tandus jauh Iebih baik dibandingkan dengan jenis Ieguminosa lain seperti komak (Dolichus lablab), dan kacang tunggak.

Penanaman tanaman penutup tanah (cover crop) sebelum maupun setelah bibit kelapa sawit ditanam bertujuan untuk menekan perkembangan gulma, mengurangi biaya penyiangan, mengurangi erosi, menambah bahan organik tanah, menjaga kelembaban tanah, memperbaiki aerasi dan meningkatkan cadangan unsur hara terutama melalui fiksasi Nitrogen bebas dari udara dan mentransformasikannya menjadi bentuk tersedia.
image

Jenis tanaman penutup tanah yang memenuhi tujuan tersebut adalah tanaman jenis kacangan (Leguminosae) menjalar. Selain kacangan, dikenal pula jenis rumput lunak menjalar yang dapat menutup tanah namun fungsinya tidak sebaik jenis tanaman kacangan. Kacangan penutup tanah ditanam pada lahan terbuka di anatara jalur penimbunan kayu. Bahan yang digunakan yaitu beberapa jenis benih kacangan dengan daya tumbuh minimal 90%. Kacangan ditanam 2-3 baris di antara jalur tanam.

Setelah 3 bulan, lahan tertutup oleh kacangan dengan tingkat penutupan 75%. Kacang-kacangan yang digunakan sebagai tanaman penutup tanah hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut:
– sistem perakarannya tidak mengganggu tanaman utama.
– bukan merupakan pesaing berat bagi tanaman utama dalam serapan hara maupun air.
– mudah diperbanyak baik secara vegetatif maupun generatif.
– pertumbuhannya cepat dan berpotensi menekan gulma.
– menghasilkan bahan organik yang tinggi, baik pada saat mendapat sinar matahari penuh maupun di bawah naungan.
– tahan terhadap hama, penyakit dan kekeringan serta bukan merupakan tanaman inang bagi hama dan penyakit tanaman utama.

Pertumbuhan panjang Mucuna bracteata mencapai 20cm setiap hari atau 1,4m setiap minggu. Hali ini dapat mengganggu pertumbuhan tanaman sawit pada TBM (Tanaman belum Menghasilkan). Untuk itu perlu adanya rotasi penyiangan secara rutin agar lebih afektif dan efisien. Penyiangan yang dilakukan dengan mambuang semua gulma dari permukaan tanah, sehingga piringan benar-benar bersih. Pengawasan yang teliti menjadi faktor penting untuk keberhasilan penyiangan.

Ada beberapa macam Mucuna yang umurnya bervariasi dari 4, 8, dan 12 bulan, untuk usaha rehabilitasi lahan tidur sebaiknya digunakan yang berumur 8 – 12 bulan karena dapat menghasilkan bahan hijauan yang Iebih banyak.
image
Gambar 15. Tanaman penutup tanah mucuna sp