Tidaklah semua bahan logam dapat menjadi magnet. Ada terdapat 3 golongan logam, masing-masing adalah :
- Bahan feromagnetik, Ialah jenis logam yang sangat mudah dibuat menjadi benda magnet dan sangat mudah dipengaruhi magnet. Bahan yang termasuk jenis ini seperti besi, baja, dan nikel
- Bahan para magnetik, Ialah jenis logam yang tidak dapat dibuat menjadi benda magnet tetapi masih dapat dipengaruhi magnet. Bahan yang termasuk jenis ini seperti platina dan mangan.
- Bahan dia magnetik, Ialah jenis logam yang tidak dapat dibuat magnet dan juga tidak dapat dipengaruhi oleh magnet. Bahan yang termasuk jenis ini seperti silisium, tembaga, seng, emas.
Garis Medan Magnet
Gerakkan magnet jarum (bisa menggunakan kompas kecil) mulai dari ujung magnet batang, lalu melingkar menuju ujung magnet yang lain. Perhatikan penunjukkan magnet jarum. Magnet jarum berubah seperti Gambar 1.106 berikut ini.
![]()
Gambar 1.106 Percobaan garis medan magnet
Pada posisi masing-masing magnet jarum menunjukkan kekuatan. Magnet ini menunjukkan terbangkitnya medan magnet.
![]()
Gambar 1.107 Garis medan magnet
Secara grafis, medan magnet digambarkan seperti Gambar 1.107, dimana garis medan magnet selalu membentuk lingkaran tertutup.
Penggunaan Magnet Permanen
Magnet permanen digunakan untuk pembangkitan daya mekanik, untuk mengubah energi menkanik ke energi listrik dan untuk mengubah energi listrik ke energi mekanik. Dalam generator, bila kita gerakkan kawat tembaga dalam medan magnet, maka akan terbangkit energi listrik. Efek ini juga digunakan pada mikrophon, dimana membran yang dihubungkan dengan kumparan, bila kumparan ini bergerak maka akan terbangkit listrik dengan besar sesuai suara yang mengenai membran.
Pada motor, bila kawat tembaga dalam medan magnet dialiri arus listrik, maka akan timbul gerak. Bila gerakan ini akan dapat diubah menjadi putaran. Pada efek kedua ini dapat pula digunakan pada alat-alat penunjuk pada alat ukur. Juga digunakan pula pada loudspeaker, dimana gerakan kawat akan menggerakkan membran.