Kapasitan dapat didefinisikan sebagai suatu sistem kombinasi dari konduktor dan isolator yang bisa menyimpan listrik (elektron bebas). Kemampuannya tersebut diindikasikan denga huruf C. Satuan kapasitas dinyatakan dalam farad. Simbol farad adalah huruf F kapital. Satu farad dapat dinyatakan sebagai pengisian listrik (charge) sebesar satu Coulomb pada permukaan kapasitor dengan perbedaan potensial sebesar satu volt antara kedua pelat.
Satuan Kapasitansi
Satuan Farad merupakan satuan yang agak besar jika diterapkan pada suatu unit kapasitor. Biasanya kapasitor yang digunakan di berbagai peralatan listrik dan refrijerasi dinilaikan dalam ukuran mikrofarad (μF). Setiap perangkat yang memiliki kapasitan (menyimpan elekron bebas) disebut kapasitor. Kapasitor berskala besar terbuat dari permukaan metal seperti aluminium foil yang dipisahkan oleh baha isolasi (dielektrik), seperti diperlihatkan dalam Gambar 3.8.
Kapasitor diklasifikasikan berdasarkan bahan yang digunakan sebagai dielektrikum. Bahan dielektrikum yang lazim digunakan adalah udara, kertas, oli, keramik, dan elektrolid.
Gambar 3.8 Konstruksi Kapasitor
Kapasitor yang terhubung secara seri dengan beban listrik dalam suatu rangkaian listrik, dapat merubah gelombang sinusoida dan membuat gelombang arus listrik mendahului gelombang tegangan listrik. Kapasitor digunakan untuk meningkatkan torsi motor satu fasa, meningkatkan efisiensi, dan perbaikan faktor kerja. Pembahasan lebih mendalam masalah ini akan diberikan di Dasar dan Pengukuran Listrik 2. Kapasitor adalah komponen listrik/elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik, dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik).
Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat (komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Kapasitor yang paling sederhana adalah kapasitor yang dibentuk oleh dua pelat konduktor. Pada prinsipnya sebuah kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). Isolator penyekat ini sering disebut bahan (zat) dielektrik.
Zat dielektrik yang digunakan untuk menyekat kedua penghantar dapat digunakan untuk membedakan jenis kapasitor. Beberapa kapasitor menggunakan bahan dielektrik berupa kertas, mika, plastik cairan dan lain sebagainya. Karena sifatnya yang dapat menyimpan energi, maka kapasitor lazim digunakan sebagai cadangan energi ketika sikuit elektronika terputus secara-tiba-tiba. Hal ini karena adanya arus transien pada kapasitor.
Pada alat penerima radio,kapasitor bersama komponen elektronika lain dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi dan filter gelombang, selain dapat juga sebagai komponen pada sirkuit penyearah arus/tegangan ac menjadi dc atau disebut dengan penghalus riak sehingga alat-alat elektronik bisa digunakan dengan tegangan bolak-balik (PLN) tanpa baterai. Kapasitor juga dapat digunakan sebagai komponen pemberi cahaya singkat pada blitz kamera.