Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Konduksi Intrinsik dan Ekstrinsik – TN Elektro
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Dasar Pengukuran Listrik > Bahan Listrik > Konduksi Intrinsik dan Ekstrinsik

Konduksi Intrinsik dan Ekstrinsik

Konduksi Intrinsik
Bila suatu bahan semikonduktor didinginkan hingga mencapai suhu -273oC (0 K), bahan semikonduktor ini tidak akan dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan tidak adanya elektron bebas yang dikandung oleh bahan tersebut. Jadi pada sushu -273oC, bahan semikonduktor menjadi islator. Bila suatu bahan semikonduktor dengan suhu -273oC dipanaskan hingga mencapai suhu 0oC, maka bahan semikonduktor tersebut mulai dapat menghantarkan arus listrik.

Daya hantar jenis (ρ) bahan semikonduktor naik secara eksponensial (kuadratis) dengan kenaikan suhu. Mengapa dengan pemanasan (heating) dapat membuat bahan semikonduktor menjadi konduktif?
Bila suatu kristal dipanaskan, maka atom-atom kristal tidak akan tinggal diam, tetapi bergerak ke segala penjuru. Akibatnya ikatan atom terhadap elektron terikat (elektron valensi) terlepas, sehingga berubah menjadi elektron bebas.

Elektron bebas menjadi semakin banyak, sehingga daya hantar bahan semikondukor juga menjadi naik. Dari fenomena tersebut dapat diatakan bahwa daya hantar bahan semikonduktor berubah tergantung pada suhu.

Konduksi Ekstrinsik
Komponen elekronik seperti diode dan transistor dibuat dari bahan semikonduktor. Misalnya diode terbuat dari dua jenis bahan semikonduktor tipe P dan tipe N.
image
Gambar 2.3 Struktur kristal Atom Silikon

Agar konduktivitas bahan semikonduktor untuk komponen elektronik ini tidak tergantung suhu (konduksi instrinsik) maka ditempuh cara lain, yaitu mencampurkan suatu kristal atom lain ke kristal atom bahan semikonduktor. Cara ini lazim disebut dopping. Misalnya kristal atom silikon yang memiliki 4 elektron valensi di-dopping dengan kristal atom arsenik yang memiliki lima elektron valensi, akibatnya campuran ini akan kelebihan elektron, dan disebut sebagai bahan semikonduktor tipe N.
image
Gambar 2.4 Bahan semikonduktor tipe N

Sebaliknya bila kristal atom silikon di –dopping dengan kristal atom indium yang hanya memiliki tiga elektron valensi, maka campuran ini akan kekurangan elektron, sehingga menghasilkan bahan semikonduktor tipe P.
image
Gambar 2.5 Bahan semikonduktor tipe P
Komponen elektronik seperti diode, transistor dan SCR, terbuat dari gabungan bahan semikonduktor type P dan tipe N.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79