Kapasitor (yang pada awalnya disebut kondensator) secara struktur prinsipnya terdiri dari dua buah pelat konduktor yang berlawanan muatan,masing-masing memiliki luas permukaan A, dan mempunyai muatan persatuan luas σ. Konduktor yang dipisahkan oleh sebuah zat dielektrik yang bersifat isolator sejauh d. Zat inilah yang nantinya akan memerangkap elektron-elektron bebas. Muatan berada pada permukaan konduktor yang jumlah totalnya adalah nol.
Hal ini disebabkan jumlahmuatan negatif dan positif sama besar. Bahan dielektrik adalah bahan yangjika tidak terdapat medan listrik bersifat isolator, namun jika ada medanlistrik yang melewatinya, maka akan terbentuk dipol-dipol listrik, yang arah medan magnetnya melawan medan listrik semula.
![]()
Gambar 3.9 Plat Paralel Sebelum Terhubung dengan Sumber tegangan
Gambar 3.9 memperlihatkan dua plat paralel sebelum terhubung ke sumber tegangan. Sebelum adanya muatan pada kedua pelat, bahan dielektrik memiliki dipole acak sehingga bersifat isolator. Setelah plat bermuatan yg menghasilkan medanl istrik ke arah kanan,muatan pada dielektrik terpolarisasi oleh medan listrik. Muatan positif perlahan-lahan menuju pelat negatif, dan muatan negatif ke pelat positif. Akibatnya terdapat medan listrik baru pada dielektrik yang melawan medan listrik semula yang saling menghilangkan,sehingga medan listrik total menjadi nol, dan arus berhenti mengalir.
![]()
Gambar 3.9 Plat Paralel sesudah terhubung dengan Sumber Tegangan
Bentuk dan jenis kapasitor beragam macamnya, namun untuk memudahkan pembahasan kita fokuskan pada satu jenis kapasitor saja yakni kapasitor pelat sejajar. Dari aspek bahan isolator, jenis kapasitor beragam jenisnya, misalnya kapasitor berbahan keramik, poliester, polystyrene, teflon, tantalum,mika, dan lain-lain.