Dalam sistem digital selain bilangan biner juga digunakan sistem bilangan octal, namun sistem ini tidak dipakai dalam perhitungan melainkan untuk memendekkan bilangan biner saja.Bilangan octal dikenal dengan sistem bilangan dasar delapan. Berikut diberikan tabel yang memuat perbandingan antara bilangan: Desimal,Biner dan Octal.
![]()
Konversi Desimal ke Octal
Konversi dilakukan dengan membagi delapan bilangan desimal hingga bilangan desimal habis dibagi dan sisanya dituliskan disebelah kanannya ( seperti konversi desimal ke biner ).
![]()
Konversi Biner ke Octal
Proses perubahannya dilakukan dengan mengelompokkan bilangan – bilangan biner menjadi beberapa group , dimana setiap group terdiri dari 3 bit biner dan dimulai dari LSB. Langkah berikutnya mengkonversi setiap kelompok kedalam bentuk octal. Contoh : ( 1110111001111000 )2 = ( ———–)8
![]()
Konversi Octal ke Biner
Prosesnya merupakan kebalikan dari perubahan biner ke octal.
a. Penjumlahan dan Pengurangan Octal
Guna memudahkan dalam pelaksanaan penjumlahan maupun pengurangan bilangan octal maka dibuatkan tabel seperti berikut
![]()
Penjelasan :
· kolom A: 7 + 7 = ( 14 )10 = ( 16 )8
· kolom B: 6 + 4 + 1 = ( 11 )10 = ( 13 )8
· kolom C: 0 + 6 + 1 = ( 7 )8
· kolom D : 2 + 7 + 0 = ( 9 )10 = ( 11 )8 Jadi hasilnya adalah : ( 11736 )8
b. Perkalian dan Pembagian octal
Proses perkalian octal dapat ditempuh dengan 2 cara :
1. Merubah dahulu octal ke desimal, kemudian dilakukan perkalian biasadan hasilnya dikonversi ke octal.
Bentuk langsung dengan menggunakan tabel .
![]()
c. Pembagian octal
Seperti pada perkalian , pembagian octal juga dapat ditempuh dengan 2 cara :
1. Pembagi dan yang dibagi diubah dulu kedalam bentuk desimal kemudian hasilnya dikonversi ke octal.
2. Menggunakan aritmatik octal langsung. Contoh : ( 1637 )8 : ( 34 )8
Penyelesaian :
![]()