a. Momen Inersia Terhadap Sumbu Mendatar (X-X) Momen inersia penampang terhadap suatu garis yaitu jumlah luas penampang (elemen) terkecil dikalikan dengan kwadrat jarak normal terhadap titik beratnya, atau luas penampang dikalikan kwadrat jaraknya. Jika luas penampang elemen-elemen terkecil adalah dA1 , dA2 , dA3 …. dAn dan jarak dari penampang ke garis X-X adalah y1 , y2 , y3 …… ...
Read More »Fisika Teknik
Momen Dan Gaya Geser Dua Tumpuan
Untuk menentukan reaksi pada tumpuan , RA dan RB selain dengan cara hitungan seperti di atas dapat juga di tentukan dengan cara lukisan yang sekaligus dapat menentukan diagram momen dan diagram gaya geser yaitu sebagai berikut : Caranya sebagai berikut : – Tentukan skala panjang , misalnya 1 m # 1cm – Tentukan skala gaya , misalnya 100 N # ...
Read More »Keseimbangan Gaya
Syarat syarat keseimbangan Untuk komponen gaya yang mempunyai titik tangkap sama dengan arah berlainan , misalnya pada pembebanan yang terdapat pada simpul tali atau simpul sambungan rangka , gaya gaya dikatakan seimbang atau benda dalam keadaan diam / statis jika : – Jumlah gaya pada sumbu X = nol (ΣX = 0); – Jumlah gaya pada sumbu Y = nol. ...
Read More »Ukuran Besaran dan Satuan
1. Besaran dan satuan panjang Besaran panjang mempunyai satuan meter dengan lambang (m) . Menurut persetujuan Conference General des Poid et Mesures / CGPM ke-11 tahun 1963. Meter adalah satuan panjang jarak yaitu 1.650.763,73 kali panjang gelombang dalam ruang hampa dari radiasi atom Kripton-86 . Gambar 1.2 Alat ukur panjang 2. Besaran dan satuan massa Besaran massa mempunyai satuan kilogram ...
Read More »Menjumlah Gaya Dengan Lukisan
Menyusun atau menjumlah gaya yang mempunyai gaya lebih dari dua gaya dengan titik tangkap sama caranya dapat dijelaskan dengan gambar berikut: Sebagai persiapan untuk melukis gaya diperlukan alat alat gambar terutama mistar segitiga satu pasang dan alat tulis atau potlot serta teknik teknik menggunakan mistar segitiga satu pasang yaitu untuk membuat garis garis sejajar . Buatlah gambar komponen gaya yang ...
Read More »Menjumlah Gaya
Menjumlah gaya tidak sama dengan menjumlah kelereng, kerena menjumlah gaya dipengaruhi oleh besar dan arah gaya. Menjumlah dua gaya dapat dicontohkan seperti berikut . 1. Menjumlah dua gaya dengan arah dan titik tangkap sama. Dua buah gaya masing masing F1 = 20 N dengan titik tangkap di titik A dan F2 = 40 N dengan titik tangkap di titik B, ...
Read More »