Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Fisika Teknik – Page 2 – TN Mesin
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Power Train dan Hydraulic > Fisika Teknik (page 2)

Fisika Teknik

Momen dan Keseimbangan

a. Momen Dalam keteknikan banyak alat alat yang dapat digunakan untuk meringankan atau membantu pekerjaan , misalnya membuka mur atau baut, untuk membuka mur atau baut yaitu dengan cara memutarkannya dan bagai mana jika memutarkan mur atau baut dilakukan dengan tangan kosong ? Berat bukan ! Supaya mudah untuk membuka mur atau baut tersebut maka digunakan kunci. Gaya yang diberikan ...

Read More »

Gaya

Dalam sehari hari banyak kita jumpai benda-benda yang bergerak , misalnya kendaraan bermotor yang bergerak dijalan raya , serangkaian gerbong kereta api yang ditarik oleh locomotip , gerobak-kuda , kincir angin , air terjun yang menggerakan turbin , poros motor bakar yang digerakan oleh energi hasil pembakaran bahan bakar . Penyebab bergeraknya benda benda tersebut dikerenakan oleh gaya . Selain ...

Read More »

Hukum Newton

Dalam keadaan sehari hari sering kita jumpai hal hal yang berhubungan dengan hukum Newton, sebagai contoh: jika kita dalam kendaraan yang sedang berjalan tiba tiba kendaraan tersebut direm, maka seluruh isi kendaraan termasuk badan kita akan bergerak kedepan , atau sebaliknya jika kita sedang berdiri diatas bis yang sedang diam tiba tiba bis maju maka badan kita akan bergerak kebelakang. ...

Read More »

Menjumlah Gaya Dengan Cara Lukisan

Jika ada dua buah gaya yang mempunyai titik tangkap sama dengan arah berlainan arah dari kedua gaya membentuk sudut α maka jumlah resultannya dapat dihitung dengan persamaan berikut : Gambar 2.23 Dua gaya dengan arah berlainan Untuk α = 90o maka Cos α = 0 atau berlaku rumus Phytagoras yaitu : Keterangan : o P dan Q = komponen gaya ...

Read More »

Titik Berat Bidang Beraturan

Titik berat suatu atau bidang datar beratuaran dapat dilihat pada gambar berikut : 1. Penampang segi ampat . Untuk penampang segi empat yang mempunyai ukuran panjang h mm dan lebar b mm , letak titik beratnya adalah titik perpotongan diagonalnya atau e = ½ h mm untuk penampang yang tegak dan ukuran e = ½ b mm untuk penampang yang ...

Read More »

Momen Inersia Penampang Bersusun

Jika penampang dari suatu bidang terdiri atas penampang penampang yang disusun secara simetris terhadap garis sumbu maka , maka momen inersianya merupakan jumlah atau pengurangan dari penampang penapang yang tersusun tersebut . Misalnya dua bujur sangkar membentuk penampang yang diarsir seperti terlihat pada gambar , maka momen inersianya adalah Ix = Ix1 – Ix2 . Penampang bersusun dari dua bujur ...

Read More »