Home > Power Train dan Hydraulic > Fisika Teknik > Momen Dan Gaya Geser Dua Tumpuan

Momen Dan Gaya Geser Dua Tumpuan

Untuk menentukan reaksi pada tumpuan , RA dan RB selain dengan cara hitungan seperti di atas dapat juga di tentukan dengan cara lukisan yang sekaligus dapat menentukan diagram momen dan diagram gaya geser
yaitu sebagai berikut : Caranya sebagai berikut :
– Tentukan skala panjang , misalnya 1 m # 1cm
– Tentukan skala gaya , misalnya 100 N # 1 cm
– Buat gambar Batang A-B yang dibebani oleh gaya F dan ditumpu pada dua tumpuan sesuai dengan skala panjang dan skala gayanya .
– Buat lukisan kutub yaitu : pindahkan gaya F pada titik P disebelah kanan gambar tumpuan .
– Tentukan titik kutub O dengan posisinya bebas / sembarang
– Tarik garis dari ttik kutub O ke titik P dan ke ujung gaya F , sehingga di dapat garis (1) dan (2) .
– Perpanjang garis gaya dari tumpuan A , tumpuan B dan dari gaya F yang berada di titik C ke bawah .
– Buat garis sejajar (1) memotong garis kerja gaya RA di titik Q dan garis kerja gaya F di titik R .
– Buat garis sejajar (2) memotong R dan garis kerja RB di titik S.
– Buat garis sebagai penutup dari titik Q ke titik S sehingga di dapat garis (3)
– Buat bidang yang dibatasi oleh titik Q , R dan S , bidang yang diarsir di sebut dengan bidang momen atau diagram momen .
– Untuk menentukan besarnya RA dan RB , lanjutkan dengan membuat garis sejajar (3) memotong titik kutub O dan gaya F di titik P’ . sehingga di dapat RA dan RB.

image

Gambar 6.14 Diagram momen dan gaya geser

– Pindahkan RA ke tumpuan A dan RB ke tumpuan B dengan menggunakan jangka.
– Kalikan panjang RA dan RB dengan skala gaya sehingga di dapat RA dalam satuan gaya .
– Untuk menentukan bidang / diagram gaya gesernya adalah sebagai berikut :
– Buat garis mendatar pada garis gaya RA di titik U dan memotong garis kerja RB di titik Z
– Pindahkan RA dengan jangka dari titik U ke atas dengan ujungnya di titik V.
– Buat garis mendatar sampai memotong garis kerja gaya F di titik W .
– Pindahkan F ke titik W dengan ujungnya di titik X.
– Buat garis mendatar dari ujung gaya F atau titik X ke kanan sampai memotong garis kerja gaya RB di titik Y .

– Pindahkan RB ke titik Y dengan ujung RB di titik Z , sehingga didapat bidang gaya geser atau diagram gaya geser.
– Buat arsir yang dibatasi oleh gaya gaya atau titik U,V,W,X,Y dan Z . Bidang tersebut adalah bidang atau diagram gaya geser.

TN

"Tasikmalaya, Indonesia"


"My Facebook"


"My Instagram"


"My Twitter"