Ketelitian pengukuran sangat diperlukan dalam mendesain sebuah alat. Kekurangtelitian sering kali membuat alat tersebut tidak berfungsi optimal atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Contoh sekrup yang akan dipakai memiliki diameter tidak sama dengan pasangannya, walaupun selisih 0,01 mm maka keduanya tidak dapat dirangkai dengan baik. Kalau komponen sekrup ini dipasang pada mobil, tentunya mobil tidak akan berfungsi dengan normal, bahkan bisa menimbulkan kecelakaan.
Jangka sorong dan mikrometer sekrup adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur panjang sebuah benda dengan ketelitian yang sangat bagus. Jangka sorong memiliki batas ketelitian 0,1 mm, artinya ketepatan pengukuran alat ini bisa sampai 0,1 mm terdekat. Mistar sorong juga dapat digunakan untuk mengukur jarak. Ada tiga hal yang dapat diukur oleh mistar sorong, yaitu : ketebalan (jarak bagian luar benda), diameter (jarak bagian dalam lubang benda) dan kedalaman (suatu lubang).
![]()
Bagian-bagian:
[1]. Rahang pengukur bagian luar Bagian ini berfungsi untuk mengukur bagian suatu benda dengan cara diapit.
[2]. Rahang pengukur bagian dalam Bagian ini berfungsi untuk mengukur sisi dalam suatu benda dengan cara diulur (misalnya : lubang pipa)
[3]. Pengukur kedalaman Bagian ini berfungsi untuk mengukur suatu lubang / celah suatu benda dengan cara menancapkan bagian pengukur. Bagian ini terletak didalam pemegang.
[4]. Skala utama metrik [mm] Bagian ini berfungsi untuk membaca hasil pengukuran dalam satuan mm.
[5]. Skala ukuran Imperial [inch] Bagian ini berfungsi untuk membaca hasil pengukuran dalam satuan inch.
[6]. Skala nonius/vernier metrik. Berfungsi sebagai patokan pembacaan skala dengan ketelitian 0,1mm atau 0,02mm atau 0,05mm
[7]. Skala nonius imperial (inch) Berfungsi sebagai patokan pembacaan skala dengan ketelitian 1/128inch. Untuk pengukuran dengan satuan imperial dianalogkan caranya dengan penentuan ketelitian metrik.
[8]. Untuk mengunci dan membebaskan penggeseran saat penepatan pengukuran atau akan membaca hasil ukur.
Sebagai alat ukur yang relatif cukup teliti, untuk menjaga akurasi pengukuran sangat penting dilakukan pemeriksaan terjadinya pergeseran skala pada mistar sorong secara periodik, atau setiap akan digunakan. Macam-macam ketelitian mistar sorong (dalam metrik)
![]()
Gambar skala mistar sorong dengan ketelitian 0,02mm
Pada gambar diatas terbaca 49 Skala Utama = 50 Skala Nonius Jadi besarnya 1 skala nonius = 1/50 x 49 Skala Utama = 0,98 Skala Utama, dimana 0,98 adalah sedikit kurang dari 1 kekurangannya adalah nilai ketelitian mistar sorong tersebut. Sehingga ketelitian dari Mistar sorong tersebut adalah = 1 – 0,98 = 0,02 mm Atau : Ketelitian jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama dibagi jumlah skala nonius = 1/50 = 0,02 mm.
![]()
Gambar skala mistar sorong dengan ketelitian 0,05mm
Pada gambar diatas terbaca 39 Skala Utama = 20 Skala Nonius Jadi besarnya 1 skala nonius = 1/20 x 39 Skala Utama = 1,95 Skala Utama, dimana 1,95 adalah sedikit kurang dari 2 kekurangannya adalah nilai ketelitian mistar sorong tersebut. Sehingga ketelitian dari Mistar sorong tersebut adalah = 2 – 1,95 = 0,05 mm Atau : Ketelitian jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama dibagi jumlah skala nonius = 1/20 = 0,05 mm.
![]()
Gambar skala mistar sorong dengan ketelitian 0,1mm
Pada gambar diatas terbaca 9 Skala Utama = 10 Skala Nonius Jadi besarnya 1 skala nonius = 1/10 x 9 Skala Utama = 0,9 Skala Utama, dimana 0,9 adalah sedikit kurang dari 1 kekurangannya adalah nilai ketelitian mistar sorong tersebut. Sehingga ketelitian dari Mistar sorong tersebut adalah = 1 – 0,9 = 0,1mm Atau : Ketelitian jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama dibagi jumlah skala nonius = 1/10 = 0,1mm.