1. Controlled Atmosphere (CA) Storage
Teknik penyimpanan CA Storage, merupakan penemuan yang sangat penting dalam sistem pasca panen hasil hortikultura buah dan sayuran. Teknik ini bila dikombinasikan dengan teknik pendinginan akan mampu mencegah aktivitas pernapasan dan mungkin akan dapat menghambat prsoes pengempukan, penguningan dan kemunduran mutu. Suhu udara dalam CA Storage dapat diatur dan dipertahankan dengan berbagai cara dan jalan.
Salah satu cara yang sederhana yaitu dengan menempatkan komoditi tersebut dalam ruang yang kedap udara. Karena terjadi pernapasan dan konsentrasi O2 menurun, kadar CO2 dapat juga diatur menurut dosis yang dikehendaki dengan cara penggunaan senyawa penyerap CO2 biasanya digunakan NaOH. CA Storage, khususnya bila konsentrasi CO2 meningkat tinggi sekali. Cara lain ialah udara yang konsentrasi gas-gasnya telah diatur khususnya CO2, N2 dan O2 dihembuskan ke dalam ruang penyimpanan.
Tetral (total environment control), telah mengembangkan sistem kontrol atmosphere. CO2 diproduksi dari hasil pembakaran gas alam. CA Storage dapat berhasil pada penyimpanan asparagus (karena mampu mencegah pengerasan dan pembusukan), tomat (mampu menghambat laju pematangan), lettuse atau salada, secara khusus mampu mencegah timbulnya noda-noda coklat yang disebut “russet spotting”. Pematangan pisang dapat diperhambat sampai beberapa minggu bila susunan udara dalam ruang penyimpanan dirubah sehingga kadar oksigen rendah dan kadar karbondioksida tinggi.
Dalam udara normal kandungan oksigen 20% dan CO2 0.003%. Dalam ruang penyimpanan yang terdiri dari 5% CO2 dan 3% O2 selama 182 hari pada suhu 200C, pisang masih dapat mengalami proses pematangan yang normal. 12 Kondisi penyimpanan CA untuk beberapa jenis komoditi tidak sama. Kadar dan Moris (19/17) telah menyarankan suatu pedoman yang menunjukkan batas toleransi komoditi hortikultura terhadap kadar CO2 tinggi dan O2 rendah, khususnya terbatas pada suhu penyimpanan tertentu.
2. Modified Atmosphere (MA) Storage
Berbagai jenis kantong plastik yang memiliki bagai derajat permeabilitas terhadap uap air dan gas, dapat digunakan untuk penyimpanan MA. Teknik ini sebetulnya telah berkembang sejak tahun 1940 dan kini kantong plastik dengan beberapa jenis ketebalan, densitas serta permeabilitas dapat dipilih untuk menjaga susunan komposisi atmosphere disekitar produk yang dikemas tersebut. Jenis plastik polyethylene HDPE dengan derajat densitas tinggi telah digunakan untuk menyimpan buah-buahan dan sayuran.
Malahan di dalam kantong plastik tersebut telah diperlengkapi dengan senyawa penyerap (absorbent) terhadap gas ethylene, misalnya dengan membran silicone atau kalium permanganat. Hardenburg (1963) melaporkan pengemasan jeruk keprok (Valencia orange) dengan kantung plastik polyethylene dengan ketebalan 0.0015 inci (1.5 mil) pada suhu 320F.
Tabel 7. Perubahan Komposisi Gas Oxigen dan Karbondioksida Selama Penyimpanan Jeruk Keprok (Valencia Orange)*)
![]()
Wills et al (1979) dalam Santosomenyampaikan laju respirasi dari beberapa jenis komoditi hortikultura pada suhu kamar dapat ditekan hanya dengan melakukan modified 13 atmosphere. Karena itu hal itu dianjurkan untuk dilakukan sebelum komoditi tersebut diangkut untuk didistribusi. Proses respirasi dan tanda-tanda pemotongan dapat dihambat jika buah dan sayuran agar disimpan dalam atmosfer yang mengandung CO2 tinggi dan O2 rendah dibandingkan udara normal.
Controlled Atmosphere Storage (CAS) merupakan penyimpanan buah atau sayur segar dalam atmosfer atau udara dengan komposisi CO2 tinggi dan O2 rendah dan dipertahankan tetap. Modified Atmosphere Storage (MAS) merupakan penyimpanan buah atau sayur segar dalam atmosfer atau udara dengan komposisi CO2 tinggi dan O2 rendah yang diatur pada awal penyimpanan, atau tidak diatur sama sekali atau digunakan kemasan atau film tertentu yang dapat mengatur sendiri komposisi udara di dalamnya.