" /> Menyimpan Bahan Hasil Pertanian - TN Pangan
Home > Pertanian dan Perikanan > Menyimpan Hasil Pertanian > Menyimpan Bahan Hasil Pertanian

Menyimpan Bahan Hasil Pertanian

Pengemasan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan penanganan dan pengolahan hasil pertanian. Sejak bahan berada di tempat pemanenan hingga sampai ke konsumen memerlukan kegiatan pengemasan. Bahan yang dijual pada umumnya dikemas baik secara keseluruhan atau sebagian sesuai dengan kebutuhan. Menurut Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 44/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Pedoman Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian Asal Tanaman yang Baik (Good Handling Practices), pengemasan merupakan kegiatan mewadahi danatau membungkus produk dengan memakai media atau bahan tertentu untuk melindungi produk dari gangguan faktor luar yang dapat mempengaruhi daya simpan.

Pengemasan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan menggunakan berbagai macam bahan pengemas. Bahan kemasan dapat berasal dari berbagai jenis baik alami maupun sintetis seperti daun, kertas, plastik, kayu, karton, kaleng, aluminium foil dan bambu. Pengemasan dapat menggunakan alat danatau mesin dengan jenis dan spesifikasi sesuai sifat dan karakteristik hasil pertanian.Bahan kemasan tidak boleh menimbulkan kerusakan, pencemaran hasil panen yang dikemas dan tidak membawa OPT.

Kegiatan pengemasan biasanya berhubungan erat dengan kegiatan pemasaran dan penyimpanan, meskipun dapat pula menjadi bagian tersendiri. Kemampuan mengemas memiliki potensi untuk dihargai secara ekonomi, tentunya harus didukung dengan pola pemasaran produk hasil kemasan yang baik. Sebelum mengkaji lebih jauh tentang materi pengemasan dan penyimpanan bahan hasil pertanian dan perikanan, mari sejenak kita mengingat beberapa hal yang sering kita alami.

Mari kita awali dari mengamati kegiatan pemasaran bahan hasil pertanian dan perikanan yang dilakukan di pasar tradisional dan di pasar modern (super market). Bagaimana cara pedagang menyajikan produk-produk yang dijual dan bagaimana pula layanan yang diberikan kepada pembeli atau konsumen? Apa perbedaan diantara keduanya? Selanjutnya mari kita amati dari sisi bungkus atau kemasan yang digunakan, apa perbedaannya? Dari kedua cara pemasaran produk tersebut, apa kelebihan dan kekuranganya?

Layanan penjualan di pasar modern secara umum lebih baik dibandingkan dengan layanan di pasar tradisional. Apakah kualitas barang yang dijual di pasar tradisional lebih rendah dibandingkan dengan yang dijual di pasar modern? Pertanyaan ini sering dijawab “benar”, bahwa kualitas barang yang dijual di pasar tradisional biasanya lebih rendah, meskipun belum tentu demikian. Kualitas barang yang ditawarkan di pasar tradisional memang sangat beragam.

Keberagaman kualitas barang diperlukan guna memenuhi kebutuhan konsumen baik dari segi kemampuan membeli maupun kebutuhan barang untuk proses berikutnya. Namun demikian, terlepas dari hal tersebut perlu kita amati lebih mendalam mengapa secara umum barang dengan kualitas yang sama di pasar modern lebih mahal dibandingkan dengan di pasar tradisional? Salah satu hal yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah adanya penyajian dan kemasan yang menarik.

Dari pernyataan terbut muncul pertanyaan, apakah kemasan pada bahan bertujuan untuk meningkatkan nilai jual barang? Atas dasar itu, kompetensi pengemasan dan penyimpanan bahan menjadi sangat penting dipelajari. Kompetensi tersebut mencakup tentang tujuan, prinsip dan teknik-teknik mengemas dan menyimpan bahan hasil pertanian serta praktik-praktik pengemasan yang baik. Mari kita pelajari bersama masalah kemasan ini lebih mendalam agar kita mampu melakukan pengemasan padabahan hasil pertanian dan perikanan dengan baik dan benar.