Berdasarkan hasil penelitian, ternyata buah pisang Mas memerlukan zat penyerap etilen dan perlu disimpan dalam unit pendingin agar tahan tetap hijau sampai 6 minggu. Berbagai macam bentuk penyerap etilen yang telah dicoba, antara lain seperti blok campuran vermiculate dan semen dengan perbandingan 3 : 1 yang dicelupkan dalam larutan KMn04, atau blok-blok campuran lempeng dan semen yang dicelup larutan KMn04.
Selain itu suatu zat penyerap yang disebut purafil (KMn04 alkalis dengan silikat) ternyata mampu menyerap keseluruhan etilen yang dikeluarkan oleh buah pisang yang disimpan dalam kantong polietilen tertutup rapat. Dalam penelitian pengawetan pisang Ambon yang dilakukan dengan menggunakan KMnO4 1.5 persen dengan penyimpanan selama 14 hari menghasilkan mutu pisang masih tetap baik.Penggunaan KMn04 dianggap mempunyai potensi yang paling besar karena KMn04 bersifat tidak menguap sehingga dapat disimpan berdekatan dengan buah tanpa menimbulkan kerusakan buah.
Metoda Pengawetan dengan KMnO4 atau PK dapat dilakukan dengan cara merendam batu apung dalam larutan KMnO4 lewat jenuh selama 30 menit, kemudian dikeringanginkan hingga benar-benar kering. Batu apung tersebut kemudian dibungkus dengan kain saring (1 – 3 butir batu tiap bungkus). Selanjutnya pisang dipotong dari tandannya, masing-masing 2 – 3 jari pisang, kemudian dicuci hingga bersih di lap sampai kering.
Pisang dan batu apung diletakkan dalam sautu wadah (usahakan keduanya tidak bersentuhan), kemudian lapisi dengan wrapping film dan panaskan sebentar hingga lapisan film ini kencang. Bagian atas film dilibangi dengan jarum setiap 2 cm untuk ventilasi. Penyimpanan dapat dilakukan pada suhu kamar atau suhu dingin 14oC (misalnya untuk pisang) dan suhu refrigerasi atau 4oC untuk paprika. Pengamatan untuk melihat sampai berapa lama buah dapat dijaga kesegarannya dapat dilakukan terhadap perubahan berat, warna dan kekerasan setiap 2 hari sekali.
a. Pengawetan dengan Samper Fresh
Proses pengawetan dengan samper fresh dilakukan dengan menyiapkan emulsi samper fresh konsentrasi 0.6% sampai 4%. Selanjutnya pisang dan paprika yang telah dicuci bersih dan dikeringkan, dimasukkan ke dalam emulsi samper fresh ± 1 menit, kemudian ditiriskan dan lapisan dibiarkan mengering. Pisang diletakkan dalam baki styrofoam, kemudian dilapisi dengan wrapping film dan panaskan sebentar hingga lapisan film ini kencang. Lubangi bagian atas film dengan jarum setiap 2 cm untuk ventilasi.
Penyimpanan dapat dilakukan pada suhu kamar atau suhu dingin 140C (misalnya untuk pisang) dan suhu refrigerasi atau 40C untuk paprika. Pengamatan untuk melihat sampai berapa lama buah dapat dijaga kesegarannya dapat dilakukan terhadap perubahan berat, warna dan kekerasan setiap 2 hari sekali.
b. Pencelupan dengan larutan CaCl2
Proses pengawetan dengan larutan CaCl2 dilakukan dengan menempatkan buah dan sayur di dalam keranjang kawat, kemudian celupkan ke dalam larutan CaCl2 (pada konsentrasi 4 dan 8%) selama 30-60 detik. Bahan selanjutnya diangkat dan tiriskan pada rak penirisan dengan dihembus udara kering, agar pelapisan merata pada seluruh permukaan kulit kemudian disimpan pada suhu ruang dan dalam lemari es.
Pengamatan terhadap warna, tekstur, penampakan bahan, penurunan berat, perubahan pH dan todal padatan terlarut dapat dilakukan setiap minggu selama 4 minggu. Sebagai pembanding dapat dilakukan juga penyimpanan bahan tanpa perlakuan sebagai kontrol.