Derajat keasaman (pH), Suhu/Temperatur, Zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi , Warna dan Amoniak (NH3)
Alat
(1) pH meter
(2) Gelas ukur 50 ml
(3) Batang pengaduk
(4) Corong kaca
(5) Neraca analitik
(6) Gelas ukur 100 mL
(7) Penjempit tabung reaksi
(8) Pipet tetes
(9) Corong pipet volume 5 ml
(10) Termometer
(11) Kompor gas
(12) Pipet volume 10 ml
(13) Buret dan statif
(14) Tabung reaksi + rak botol semprot
Bahan
(1) Aquades
(2) KMnO4
(3) Kertas lakmus merah
(4) Asam oksalat (H2C2O4)
(5) Larutan Buffer yang memiliki pH 4 dan pH 7.
Cara Kerja
(1) Derajat keasaman (pH)
(a) Ambil sampel air yang akan diukur pHnya dan masukan ke gelas beaker.
(b) Kalibrasi pH meter dengan larutan buffer pH 4 dan pH 7.
(c) Celupkan pH meter ke dalam sampel air. Angka yang tertera pada pH meter merupa kan nilai pH sampel air.
(2) Suhu/Temperatur
(a) Siapkan sampel (buka tutup botol sampel)
(b) Celupkan alat pengukur suhu (termometer atau O2 meter) ke dalam sampel, pastikan tangan anda tidak bersentuhan dengan alat pengukur tersebut.
(c) Baca angka yang tertera pada alat tersebut.
(3) Zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi
(a) Ambil sampel sebanyak 100 ml dengan gelas ukur dan tuangkan ke dalam gelas piala dan panaskan.
(b) Perhatikan,apakah sampel menjadi keruh ataukah ada yang mengendap! Jika sampel menjadi keruh berarti ada zat padat yang terlarut, sedangkan jika terjadi endapan berarti sampel mengandung zat padat tersuspensi.
(4) Warna
(a) Ambil sampel kedalam tabung reaksi sebanyak ± 3/4 dari volume tabung reaksi.
(b) Bandingkan warnanya dengan larutan standar yang telah di sediakan.
(5) Amoniak (NH3)
(a) Masukkan 10-15 ml sampel ke dalam tabung reaksi.
(b) Lipatkan kertas lakmus merah ke dalam tabung reaksi. Panaskan ke atas spritus
(c) Amati sampel, apakah tercium bau tengik atau tidak. Sampel mengandung amoniak jika tercium bau tengik atau lakmus merah berubah menjadi warna biru.