" /> Teknik Menyimpan Bahan Hasil Pertanian - TN Pangan
Home > Pertanian dan Perikanan > Menyimpan Hasil Pertanian > Teknik Menyimpan Bahan Hasil Pertanian

Teknik Menyimpan Bahan Hasil Pertanian

Pengemasan berbagai jenis bahan hasil pertanian dilakukan dengan berbagai tujuan, sehingga bahan kemasan, desain kemasan dan berbagai hal terkait dengan kemasan dibuat dengan kriteria tertentu. Apabila Anda perhatikan buah tomat, maka dapat Anda ketahui minimal ada dua jenis kemasan, yaitu kemasan untuk panen biasanya digunakan keranjang atau karung, sedangkan kemasan untuk transportasi digunakan kotak kayu.

Bila kita perhatikan lebih jauh lagi, tomat juga dijual dalam kemasan yang lebih kecil dengan menggunakan nampan kecil dari styrofoam yang ditutup dengan plastik. Pernahkah Anda mengamati produk yang lain? Proses pengemasan bahan hasil pertanian pada prinsipnya dilakukan dengan cara tertentu sesuai tujuan yang diharapkan, namun hendaknya juga memperhatikan aspek efektivitas dan efisiensinya. Prinsip-prinsip dan teknik pengemasan harus diperhatikan agar bahan yang dikemas mendapatkan manfaat optimal dari kemasan yang diberikan.

Kemasan bahan hasil pertanian dan perikanan sangat erat hubungannya dengan transportasi dan penyimpanan bahan tersebut. Teknik penyimpanan bahan hasil pertanian dan perikanan harus memperhatikan karakteristik bahan yang disimpan dan tujuan yang diharapkan. Kegiatan penyimpanan selain dipengaruhi oleh jenis kemasan juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan berbagai faktor lainnya.
Pengetahuan tentang pengemasan dan penyimpanan dapat dipelajari melalui berbagai referensi.

Namun jangan pernah lupa untuk mempraktikannya agar pemahaman Anda semakin dalam. Anda dapat melakukan pengayaan terhadap materi praktik yang disajikan dalam buku ini dengan dasar teori yang Anda pelajari hingga memperkuat keilmuan dan keterampilan Anda melakukan pengemasan.

Tujuan, Prinsip dan Teknik-Teknik Mengemas dan Menyimpan Bahan
Pengemasan bahan hasil pertanian sangat erat hubungannya dengan tujuan yang diharapkan atau yang diinginkan. Selain itu pengemasan juga erat hubungannya dengan waktu atau kondisi bahan hasil pertanian yang akan dikemas.

Beberapa tujuan pengemasan hasil pertanian antara lain untuk melindungi bahan hasil pertanian dari kerusakan, menangani sementara bahan hasil pertanian, mempermudah proses pemasaran. Fungsi sebuah kemasan pada awalnya hanya bertujuan untukmelindungi barang atau mempermudah transportasi barang. Kemasan digunakan lebih berorientasi untuk melindungi barang terhadap pengaruh cuaca atau proses alam lainnya yang dapat merusak barang dan sebagai wadah agar barang mudah dibawa selama dalam perjalanan.

Namun, saat ini terjadi perkembangan fungsi dan tujuan pengemasan, diantaranya bertujuan untuk menambahkan nilai-nilai fungsional. Peranan kemasan dalam pemasaran merupakan salah satu kekuatan utama dalam persaingan pasar (Anonim, 2009). Selain dari segi fungsi, jenis-jenis kemasanjuga mengalami perkembangan, yaitu dari bahan-bahan kemasan yang terbuat dari kulit, kain, kayu, batu, keramik dan kaca hingga bentuk dan model kemasan yang sangat beragam.

Hal ini terjadi karena kemasan dirasakan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemasaran. Kemasan dibuat agar mampu menarik perhatian dan dapat menggambarkan keistimewaan suatu produk. Kegiatan mengemas bahan hasil pertanian dan perikanan perlu memperhatikan beberapa faktor, baik bahan yang akan dikemas, bahan kemasan, serta tujuan pengemasan. Bahan yang akan dikemas perlu dipahami karakteristiknya terlebih dahulu agar dalam menentukan proses pengemasannya mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

Sebagai contoh, apabila kita akan mengemas ikan bandeng pasti akan berbeda dengan mengemas tomat. Oleh karena itu perlu ditegaskan lagi bahwa karakteristik bahan atau komoditas yang akan dikemas perlu dipahami dengan baik. Pengetahuan bahan sangat diperlukan dalam memahami pengemasan.