Proses perekatan biasanya sering memberikan hasil yang tidak memadai atau mengalami kegagalan yang umumnya disebabkan oleh kondisi finir (kadar air dan porositas) dan perekatnya sendiri, disamping proses perekatan tersebut. Kagagalan tersebut adalah :
o BGJ = Bleeding Glue Joint, yaitu kegagalan perekatan yang disebabkan karena kelebihan perekat dalam proses perekatan, sehingga perekat menjadi meluap keluar. Hal ini disebabkan karena perekat yang diberikan berlebihan, perekat terlalu encer atau karena kadar air finir/kayunya terlalu tinggi.
o SGJ= Starved Glue Joint, yaitu kegagalan perekatan, yang disebabkan karena kekurangan perekat dalam proses perekatan, sehingga permukaan finir/kayu tidak terlabur perekat secara merata. Hal ini disebabkan karena jumlah perekat yang dilaburkan kurang, porositas finir/kayu yang tinggi atau karena kadar air finir/kayu yang direkat sangat rendah.
o Kadar air finir yang akan direkat sebaiknya sebesar 6-8%,atau jangan melebihi 10%.
Pengempaan Kayu Lapis
Pengempaan plywood dapat dilakukan secara dingin (biasa), panas atau kombinasi keduanya, yaitu pengempaan secara dingin dan panas. Apabila digunakan kombinasi maka akan diperoleh hasil efisiensi pres panas yang cukup tinggi karena perataan perekat telah dilakukan pada pres dingin. Pengempaan kombinasi sangat cocok diaplikasikan pada penggunaan perekat sintesis seperti UF dan PF. Kondisi perekatan dapat diberikan sebagai berikut:
Pres dingin : – waktunya lebih dari 5 menit
-Tekanan di atas 15 kg/cm2 (di atas 200 psi)
– pengempaan dingin dilakukan sekaligus untuk tiap-tiap satu tumpukan calon plywood (sampai 100 lembar) tiap satu alat press dingin.
Pres panas : – waktu lebih dari 1 men it
-Tekanan di atas 10 kg/cm2 (di atas 100 psi)
– suhu 82-176oC (untuk UF 100 -130o Cdan PF 130-170o)
Pengempaan panas dilakukan dengan memasukkan satu per satu lembar calon plywood ke dalam ruang antar plat-plat panas dari pres tersebut atau opening. Tiap satu alat pres panas bisa sampai 50 opening.
Besarnya tekanan pengempaan yang diberikan dihitung dengan rumus sebagai berikut:
![]()
Dalam psi atau kpc, dimana:
G = Pengempaan total (psi,kpc)
P = Tekanan spesifik (psi,kpc)
J = Luas total piston pres (ΒΆ2, dalam in2 atau cm2)
PSI = pound per square inch kpc= kg per cm2
Besarnya pres total yang diberikan dipengaruhi oleh faktor :
o Berat jenis finir/kayu asalnya
o Ketebalan kayu lapis yang dihasilkan
Kayu dengan berat jenis lebih tinggi dan ketebalan lapisan yang lebih tebal harus menggunakan tekanan pres total yang lebih tinggi dan waktu pengempaan yang lebih lama pada lembaran finir tersebut. Untuk finir bagian luar, misalnya untuk F/B tidak dipotong dulu tetapi dikeringkan dulu dalam continues dryer baru kemudian dipotong. Finir core yang diperoleh kemudian dikeringkan dalam kilang pengeringan roll (roll dryer) (110 -175oC,10-25 menit) hingga kadar airnya 5-10 %.
Pengeringan finir dapat pula dilakukan sebelum finirnya dipotong,khususnya untuk finir F/B. Selanjutnya potongan-potongan finir tersebut disortir kualitasnya dengan memperhatikan adanya sobekan-sobekan, lubang-lubang dan lain-lain. Bila perlu diadakan penambalan (penutupan) atau tapping dan penyambungan-penyambungan atau jointing, agar finir menjadi utuh dan baik. Tapping dilakukan dengan menambal menggunakan finir yang sejenis, sedang jointing dapat dilakukan dengan merekatkan dua finir, menyambungkan dengan gumtape atau dengan menjahit (dengan nilon). Hanya jenis finir core dan atau back yang boleh ada sambungan atau tam balan.