Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Sirkulasi Api Pembakaran Keramik – TN Seni
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Benda Keramik > Proses Pembakaran Keramik > Sirkulasi Api Pembakaran Keramik

Sirkulasi Api Pembakaran Keramik

Praktik pembakaran keramik sangat berkaitan erat dengan jenis tungku yang digunakan, termasuk sirkulasi api (aliran api). Yang dimaksud dengan sirkulasi api adalah jalannya aliran gas panas dari ruang pembakaran, tempat gas panas tersebut dihasilkan hingga ke cerobong kemudian dikeluarkan. Ada tiga jenis sirkulasi api pada tungku pembakaran, yaitu seperti diuraikan di bawah ini.

a. Sirkulasi api naik
Gas panas dihasilkan dari ruang bakar di bagian bawah dan mengalir ke ruang pembakaran di atasnya sehingga memanaskan benda-benda keramik, kemudian keluar dari cerobong di bagian atas.

b. Sirkulasi api datar
Gas panas mengalir dari ruang bakar kemudian masuk ke ruang pembakaran yang sejajar dengan lantai, dan memanaskan benda-benda keramik, kemudian keluar melalui bagian bawah cerobong.

c. Sirkulasi api berbalik
Gas panas dari ruang bakar mengalir ke atas karena ada dinding api/jembatan api (bag wall). Gas tersebut kemudian menyentuh atap tungku dan berbalik ke bawah untuk memanasi benda-benda keramik serta mengalir ke saluran di bawah lantai tungku (kanal) dan ke luar melalui cerobong.

Grafik Pembakaran
Suhu bakar keramik berkaitan langsung dengan suhu kematangan, yaitu keadaan benda keramik yang telah mencapai kematangan secara tepat tanpa mengalami perubahan bentuk. Agar tanah liat dapat berubah menjadi keramik, maka tanah liat yang telah dibentuk tersebut harus melalui proses pembakaran dengan suhu melebihi 600ÂșC, yang membuat tanah liat mengalami perubahan menjadi suatu mineral yanga padat, keras, dan permanen.

Perubahan ini disebut ceramic change atau perubahan keramik. Suhu kematangan tanah liat atau vitrifikasi adalah kondisi keramik yang telah mencapai suhu kematangan secara tepat tanpa mengalami perubahan bentuk. Untuk itu sebelum melaksanakan proses pembakaran, perlu diketahui terlebih dahulu jenis tanah liat yang digunakan untuk membentuk benda keramik. Grafik pembakaran biskuit, pembakaran glasir earthenware dan pembakaran glasir stoneware dapat ditunjukkan seperti gambar berikut.
image

  • Pembakaran biskuit
  • Pembakaran glasir earthenware
  • Pembakaran glasir stoneware

Gambar 36. Grafik pembakaran.