Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Komponen Sistem Irigasi Permukaan – TN Sipil
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Irigasi dan Drainase > Sistem Irigasi Permukaan > Komponen Sistem Irigasi Permukaan

Komponen Sistem Irigasi Permukaan

Komponen-komponen sebuah jaringan irigasi teknis dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Untuk mengetahui komponen-komponen suatu jaringan irigasi dapat dilihat pada peta ikhtisar. Peta ikhtisar adalah cara penggambaran berbagai macam bagian dari suatu jaringan irigasi yang saling berhubungan. Peta ikhtisar tersebut dapat dilihat pada peta tata letak. Peta ikhtisar irigasi tersebut memperlihatkan antara lain:
 Petak tersier, sekunder dan primer
 Bangunan-bangunan utama
 Jaringan dan trase saluran irigasi
 Jaringan dan trase saluran pembuang
 Petak-petak primer, sekunder dan tersier
 Lokasi bangunan
 Batas-batas daerah irigasi
 Jaringan dan trase jalan
 Daerah-daerah yang tidak diairi.

Peta ikhtisar umum dibuat berdasarkan peta topografi yang dilengkapi dengan garis-garis kontur dengan skala 1:25.000. Peta ikhtisar detail yang biasa disebut peta petak, dipakai untuk perencanaan dibuat dengan skala 1:5.000, dan untuk petak tersier 1:5.000 atau 1:2.000.
image
Gambar 8. Peta Ikhtisar Irigasi

Pengukuran Trase Saluran
Pengukuran trase saluran biasanya mencakup jaringan irigasi maupun drainase. Pengukuran trase saluran (pengukuran strip) akan sebanyak mungkin mengikuti trase saluran yang diusulkan pada tata letak pendahuluan. Pengukuran ini akan meliputi jarak 75 m dari as saluran. Pengukuran trase saluran meliputi pembuatan :
 Peta trase saluran dengan skala 1:2000 dengan garis–garis kontur pada interval 0.5 m untuk daerah datar dan 1.0 m untuk tanah berbukit bukit; .
 Profil memanjang dengan skala horizontal l:2000 dan skala vertikal 1:200 (atau) 1:100 untuk saluran-saluran kecil,
 Potongan melintang pada skala horisontal dan vertical 1:200 atau 1:100 untuk saluran-saluran kecil pada interval 50 m pada ruas-ruas lurus dan 25 m pada tikungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*