Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Mengukur Peta Situasi Koordinat Siku-Siku – TN Sipil
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Pengukuran Tanah > Ilmu Ukur Tanah > Mengukur Peta Situasi Koordinat Siku-Siku

Mengukur Peta Situasi Koordinat Siku-Siku

1. Petunjuk
a. Peganglah prisma yang sudah dilengkapi unting – unting dengan tangan kanan dengan posisi vertikal.
b. Bayangan yalon sebelah kiri pada prisma bagian bawah prisma, dan bayangan yalon yang sebelah kanan ada dibagian atas prisma harus menyambung lurus dan tegak.
c. Buatlah sket pengukuran secara detail sebelum diukur.
d. Buatlah laporan pekerjaan.

2. Peralatan dan Perlengkapan
a. Yalon dan Patok
b. Prisma
c. Pita Ukur
d. Buku Catatan

3. Keselamatan Kerja
a. Prisma harus tetap dipegang, tidak boleh diletakkan sembarangan.
b. Pada pengukuran jarak, pita ukur ditarik sedatar mungkin.
c. Pakailah pakaian kerja, sepatu, dan topi lapangan.
d. Kembalikan semua peralatan dengan baik, bersih, dan lengkap.

4. Langkah Kerja
a. Tentukan titik batas daerah yang akan diukur, dan sket daerah tersebut pada buku catatan.
b. Tempatkan yalon di titik batas P1, P2, P3, P4, P5, P6.
c. Tentukan titik pembagi PQ dengan yalon sebagai pedoman penentuan lurus garis kerja.
d. Pegang prisma dan proyeksikan semua titik mulai dari titik P1, P2, P3 dan seterusnya terhadap garis ukur PQ.
e. Demikian seterusnya pekerjaan dilaksanakan dengan cara yang sama, sehingga titik batas daerah diproyeksikan ke arah garis ukur PQ.
f. Ukurlah semua jarak P1,P2, P3, dan seterusnya terhadap garis ukur yang merupakan jarak absis (X), ukurkan jarak titik proyeksi yang satu terhadap yang lain pada garis ukur yang merupakan jarak ordinat (Y) dan semua data harus dicatat pada buku catatan.
g. Untuk perhitungan luas daerah yang telah diukur adalah dengan menjumlahkan luas dari bangun-bangun trapesium dan segi tiga.
h. Pengukuran selesai dan gambarkan hasil pengukuran dengan skala tertentu.
image
Gambar 31

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*