Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Manfaat Bendungan atau Dam – TNeutron
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Konservasi Tanah dan Air > Teknik Konservasi > Manfaat Bendungan atau Dam

Manfaat Bendungan atau Dam

Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan. Check dam atau bendungan adalah bangunan untuk menahan laju aliran air dan atau menaikan muka air.

Biasanya bendungan difungsikan untuk pengairan pertanian, pembangkit listrik, tempat rekreasi dan perikanan. Bendungan banyak dibangun di P. Jawa karena daerahnya yang pegunungan, sering terjadi banjir, daerah pertanian luas dan lain-lain. Sedang waduk merupakan suatu kolam besar yang dipergunakan untuk menampung air dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Waduk ini ada yang alami atau buatan. Di Jawa Barat waduk-waduk yang ukurannya relatif kecil jumlahnya cukup banyak dan orang Jawa Barat menamakan waduk ukuran relatif kecil tersebut sebagai Situ.

Ukuran Situ tersebut ada yang kurang dari 1 ha dan yang besar hingga beberapa puluh ha. Kalau besar sekali berupa danau.
image
Gambar 26. Dinding bendungan

Bendungan(dam) dan bendung(weir) sebenarnya merupakan struktur yang berbeda. Bendung (weir) adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi untuk menaikkan muka air, biasanya terdapat di sungai. Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow). Dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai dan bisa juga sebagai penggerak pengilingan tradisional di negara-negara Eropa.

Di negara dengan sungai yang cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia, bendung banyak digunakan untuk irigasi dengan cara menaikkan muka air, bila muka air sungai lebih rendah dari muka tanah yang akan di airi.
image
Gambar 27. Bendungan pada sungai yang besar

image
Gambar 28. Bendungan sebagai pembangkit listrik

image
Gambar 29. Dam di Hoover –Arizonz


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79