Home > Pengolahan Perikanan > Perikanan Tradisional > Pembuatan Ikan Pindang

Pembuatan Ikan Pindang

Dibandingkan dengan pengolahan ikan asin, pemindangan mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
1) Cara pengolahannya sederhana dan tidak memerlukan alat yang mahal.
2) Hasilnya berupa produk matang yang dapat langsung dimakan tanpa perlu dimasak terlebih dahulu.
3) Rasanya cocok dengan selera masyarakat Indonesia pada umumnya,
4) Dapat dimakan dalam jumlah yang relatif banyak, sehingga sumbangan proteinnya cukup besar bagi perbaikan gizi masyarakat.

Jika dibandingkan dengan produk hasil penggaraman dan pengeringan, volume produksi ikan pindang masih relatif kecil. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya:
1) Daya tahan ikan pindang lebih singkat bila dibandingkan dengan ikan asin.
2) Usaha pemindangan dilakukan dalam skala kecil.
3) Sanitasi dan higiene produksi ikan pindang masih rendah sehingga akan mempengaruhi mutu ikan pindang yang dihasilkan.

Pembuatan Ikan Pindang bisa dilakukan dengan berbagai cara, sesuai dengan jenis ikan dan wadah yang digunakan. Pada prinsipnya, pembuatan ikan pindang terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1) Pemilihan bahan baku.
Ikan yang akan diproses menjadi ikan pindang dipisahkan sesuai jenis, ukuran, dan tingkat kesegaran.

2) Persiapan peralatan dan bahan.
Wadah yang digunakan untuk proses pemindangan bisa terbuat dari tanah liat atau besi/seng. Bila ikan tidak disusun secara langsung dalam tempat perebusan, maka diperlukan keranjang dari anyaman bambu sebagai tempat menyusun ikan. Peralatan lain dan bahan yang diperlukan diantaranya pisau, timbangan, talenan, saringan, air, dan garam.
clip_image002
Gambar 14. Penyiangan ikan

3) Penyiangan dan pencucian.
a) Ikan yang berukuran besar disiangi dengan cara dibuang isi perut, insang, dan sisik. Ikan dibelah dan dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.

b) Ikan yang berukuran sedang hanya disiangi dengan membuang isi perut, insang, dan sisik tanpa proses pembelahan/ pemotongan. Pembuangan isi perut dilakukan dengan cara menariknya dari lubang tutup insang sehingga dinding perutnya tidak rusak atau robek.

c) Ikan dicuci menggunakan air bersih yang mengalir.

d) Ikan ditiriskan dalam keranjang dengan posisi rongga perut menghadap ke bawah agar tidak ada air yang menggenang di rongga perutnya.

e) Ikan ditimbang untuk mengetahui jumlah garam dan bumbu yang harus ditambahkan pada proses pemindangan.
clip_image004
Gambar 15. Proses pencucian ikan