Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Dasar Pengukuran Listrik – Page 9 – TN Elektro
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Dasar Pengukuran Listrik (page 9)

Dasar Pengukuran Listrik

Konfigurasi Alat Ukur Cos-Phi Meter

Cos-Phi meter adalah alat ukur faktor kerja daya untuk jaringan ac yang akan mengukur suatu pergeseran phasa antara tegangan dan arus pada suatu beban listrik. Dalam hal ini alat ukur cos-Phi meter termasuk suatu alat ukur tipe elektrodinamis kumparan silang. Untuk rangkaian cos-Phi meter dapat dilihat pada gambar dibwah ini : Gambar 51. Cos-Phi Meter Keterangan GB cos-Phi meter jumlah ...

Read More »

Ohmmeter Paralel

Dalam keadaan tidak dipergunakan, saklar S harus dibuka agar batere V tidak lekas menjadi lemah. Bila ohmmeter dipergunakan, maka saklar S ditutup.Mula-mula diambil RX = tak terhingga atau A-B dalam keadaan terbuka, sehingga diperoleh arus melalui M + IM. Pada keadaan ini pontensiometer R2 diatur agar arus melalui M mencapai harga maksimum (skala penuh), sehingga: Kedudukan R2 jangan diubah lagi ...

Read More »

Pengukuran Tegangan

Seperti pada pengukuran arus, pengukuran tegangan listrik dengan voltmeter juga memiliki keterbatasan, tahanan dalam meter Rm membatasi kemampuan batas ukur tegangan. Menaikkan batas ukur tegangan dilakukan dengan memasang tahanan ser Rs pada meter dasar. Tahanan seri Rs akan dialiri arus sebesar Is, arus yang melalui meter Rm sebesar Im. Desain Voltmeter Bila sebuah meter D’Arsonval ditambah dengan sebuah tahanan seri ...

Read More »

Fungsi Watt Meter

a. Pengukuran Daya Arus Searah Dibawah ini diperlihatkan gambar Bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya DC. Gambar 48. Bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya DC Wattmeter adalah instrumen pengukur daya listrik yang merupakan kombinasi voltmeter dan ampermeter. Pengukuran daya arus searah dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur Wattmeter. Didalam instrument ini terdapat dua macam kumparan yaitu kumparan arus dan kumparan ...

Read More »

Alat Ukur Besi Putar

Alat ukur besi putar (moving iron) memiliki anatomi yang berbeda dengan kumparan putar. Konstruksi alat ukur besi putar terdiri atas enam bagian, yaitu (1) koil, (2) inti besi yang dapat berputar bebas pada poros, (3) poros, (4) jarum penunjuk, (5) skala ukur, dan (6) pegas. Alat ukur besi putar adalah alat ukur besaran listrik yang beroperasi berdasarkan interaksi antara medan ...

Read More »

Desain Ampermeter

Bila sebuah meter D’Arsonval ditambah dengan sebuah tahanan paralel yang berfungsi sebagai tahanan shunt maka akan mengubah gerakan d’Arsonval menjadi sebuah ampermeter arus searah, seperti yang diperlihatkan pada gambar 6.18. Bila arus yang akan diukur oleh ampermeter besar maka diperlukan sebuah tahanan untuk mengalirkan kelebihan arus tersebut sehingga arus yang mengalir ke kumparan putarnya tetap kecil. Tahanan tersebut dipasang paralel ...

Read More »