" /> Rangkaian Listrik Dasar Archives | Page 3 of 5 | TN Elektro
Home > Teknik Listrik > Rangkaian Listrik Dasar (page 3)

Rangkaian Listrik Dasar

Daya dan Energi Arus Searah

Daya listrik adalah kemampuan atau kapasitas untuk melakukan suatu usaha atau energi. Kalau di rumah terpasang daya sebesar 900 watt, artinya besarnya kemampuan yang dapat digunakan untuk melakukan usaha atau energi listrik adalah sebesar 900 watt. Kelebihan dari kapasitas itu, maka akan terjadi pemadaman atau pemutusan oleh alat pembatas daya yang dipasang oleh petugas PLN. Pada lampu pijar, tenaga listrik ...

Read More »

Bahan Pembuat Resistor

Kebanyakan resistor-resistor film bahan jenis lapisan logam mempunyai nilai disipasi daya nominal tipikal sebasar 250mW sampai dengan nilai nominal 2W. Pada resistor lilitan kawat dibuat dengan cara melilitkan kawat resistansi pada sebuah bahan isolator. Bahan resistansi yang lazim dipergunakan adalah khrom-nikel (nichrome), senyawa-senyawa nikel (Eureka), dan senyawasenyawa dari nikel dan perak. Proses pembuatan kawat dilakukan dengan cara menarik dengan menggunakan ...

Read More »

Resistor Variabel (Potensiometer)

Konstruksi dasar resistor yang dapat diatur terdiri atas suatu jalur yang terbuat dari bahan resistif dan penjejak (wiper) yang dapat digerakan sedemikian rupa sehingga membuat kontak dengan jalur resistif. Konstruksi yang paling sederhana seperti diperlihatkan pada Gambar 1.12. Metode pembuatan dari resistor ini dapat dikelompokan dalam tiga kelompok utama, yaitu dibedakan berdasarkan bahan resistif yang digunakan: a. Karbon, dapat berupa ...

Read More »

Resistor Panas (NTC) dan Dingin (PTC)

A. Resistor Panas (NTC) Termistor NTC (Negative Coefisien Temperature) merupakan resistor dengan koefisien temperatur negatif yang sangat tinggi. Termistor jenis ini dibuat dari oksida dari kelompok elemen transisi besi (misalnya FE2O3, NiO CoO dan lain – lain). Oksida – oksida ini mempunyai resistivitas yang sangat tinggi dalam zat murni , tetapi bisa ditransformasikan kedalam semi konduktor dengan jalan menambahkan sedikit ...

Read More »

Resistor Rangkaian Seri dan Paralel

A. Rangkaian Seri Apabila dua buah tahanan kita hubungkan berturut-turut seperti didalam Gambar 1.32, maka rangkaian ini disebut rangkaian deret / seri. Gambar 2.11. Rangkaian seri dengan 2 buah resistor Dari grafik di atas terlihat bahwa besarnya VR merupakan penjumlahan dari tegangan yang drop pada masing-masing resistor. Jika rangkaian seri dengan tiga buah resistor dihubungkan dengan tegangan baterai, maka akan ...

Read More »

Konstruksi Resistor

Konstruksi tipikal dari resistor-resistor tetap diperlihatkan pada Gambar 2.1. Jenis komposisi karbon dibuat dengan jalan mencampur karbon yang sudah dihaluskan dengan bahan pengikat damar dan bahan pengisi yang bersifat sebagai isolasi. Hasil pencampuran dimampatkan, dibentuk menjadi batangan, dan kemudian dipanasi didalam alat pemanas. Perbandingan antara karbon dan bahan pengisi yang mengisolasi akan menentukan nilai resistansi. Bagian penutup ujung yang dilapisi ...

Read More »