Untuk menaikkan tahanan dalam meter, didepan tahanan meter Rm seringkali ditambahkan dengan tahanan seri Rv. Sehingga tahanan dalam meter yang baru menjadi lebih besar, yaitu (Rm + Rv).Tahanan paralel Rp tetap dialiri arus Ip,sedangkan arus yang melewati (Rm + Rv)sebesar Im.
![]()
Gambar 6.20 Tahanan Shunt (Paralel)
Persamaan tahanan paralel Rp dapat dituliskan sebagai berikut:
![]()
Contoh:
Ampermeter dengan tahanan dalam Rm = 100 Ω, arus yang diizinkan melewati meter Im = 0,6 mA. Ampermeter akan mengukur arus I = 6 mA. Hitung tahanan paralel Rp.
Pada kenyataannya untuk meningkatkan efektifitas alat ukur khususnya dalam mendapatkan batas ukur yang lebar, lazimnya alat ukur didisain memiliki multi batas ukur, melalui sakelar pemilih batas ukur. Misalnya suatu ampermeter dengan tiga batas ukur, memiliki tiga jenis tahanan paralel. Sakelar pada posisi 1 untuk memperoleh batas ukur skala pertama. Sakelar pada posisi 2 dipakai tahanan paralel 2 untuk memperoleh batas ukur kedua. Dan Sakelar pada posisi 3, untuk memperoleh batas ukur ketiga. Gambar 5.19 memperlihatkan prinsip meter tersebut.
![]()
Gambar 6.21 Ampermeter dengan Tiga Batas Ukur
![]()
Gambar 6.22 Ampermeter dengan Tiga Batas Ukur Sistem Airtone
Pada kenyataannya, untuk memperoleh tiga batas ukur dapat pula diterapkan dengan metode Ayrtone, seperti diperlihatkan dalam Gambar 6.22 Dengan metoda berbeda dengan tujuan memperluas batas ukur, dipakai tiga tahananparalel Rp1, Rp2, dan Rp3 yang ketiganya disambung seri. Sakelar posisi 1,tahanan (Rp1 + Rp2 + Rp3) paralel dengan rangkaian (Rv + Rm). Sakelar posisi 2, tahanan(Rp2 + Rp3) paralel dengan rangkaian (Rp1 + Rv + Rm). Saat sakelar posisi 3, tahanan Rp3paralel dengan rangkaian (Rp1 + Rp2 + Rv + Rm).
![]()
Gambar 6.23 Prinsip Ampermeter Arus Bolak-balik
Agar meter tersebut dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik arus bolakbalik, maka perlu dipasang diode penyearah seperti diperlihatkan dalam Gambar 6.24
![]()
Gambar 6.24 Prinsip Voltmeter Arus Bolak-balik