Katup ini berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah cairan hidrolik yang akan bekerja menggerakkan aktuator. Dengan kata lain, katup ini berfungsi untuk mengendalikan arah gerakan aktuator . Katup pengarah diberi nama berdasarkan :
- Jumlah lubang / saluran kerja ( port )
- Jumlah posisi kerja
- Jenis penggerak katup
- Nama tambahan lain sesuai dengan karakteristik katup.
Berikut ini contoh-contoh katup pengarah dan namanya :
![]()
Gambar 14.Simbul dan posis kerja katup 2 / 2, sliding valve, penggerak tombol, pembalik pegas, posisi normal menutup, termasuk jenis katup geser
![]()
Gambar 15. katup 2 / 2, penggerak manual, dengan pengunci , pembalik pegas dan katup ini termasuk jenis popet kones.
![]()
Gambar 16. Katup 3/2 penggerak tombol, pembalik pegas normal menutup.
![]()
Gambar 17. Katup 4/2.penggerak tombol , pembalik pegas ( 4/2 DCV push-button actuated, spring centered), termasuk jenis katup geser ( sliding valves ).
![]()
Gambar 18. Katup 4/2.penggerak tombol , pembalik pegas (4/2.DCV.push button actuated, spring centered) termasuk jenis katup geser dengan tiga piston pengatur.
![]()
Gambar 19.Katup 4/3 Manually, menggunakan pengunci (detent), pembalik pegas,, dengan by-pas ke pompa (recirculating)
![]()
Gambar 20. Katup 4/3 , penggerak manual, dengan pengunci, pembalik pegas dan normal menutup