Titik Berat

Berat suatu benda merupakan gaya yang dipengaruhi oleh gravitasi dengan arah vertical kebawah , Jika benda mempunyai struktur yang berbeda baik bentuk maupun massa jenisnya , maka besar gaya yang terjadi pada struktur yang berbeda tersebut mempunyai gaya yang berbeda pula tetapi arahnya tetap dipengaruhi oleh gravitasi yaitu arah gayanya sama kebawah yang disebut dengan gaya berat . Untuk benda yang mempunyai bentuk heterogen dan struktur yang berbeda selain besar gayanya yang berbeda juga letak titik tangkap gaya masing masing komponen berbeda pula tetapi letak titik tangkap gaya resultannya sama pada satu titik .

Titik tangkap resultan gaya berat itulah yang disebut dengan titik berat . “Dapat disimpulkan bahwa titik berat adalah titik tangkap gaya resultan “. Secara klasik untuk menentukan letak titik berat suatu benda dapat dilakukan sebagai berikut :
o Siapkan benda dengan titik untuk gantungan , misalnya titik A,B,C .
o Gantungkan benda tersebut dengan tali di titik A dan goreslah dari titik gantungan vertical kebawah , garis tersebut merupakan garis kerja gaya resultan R.
o Putarkan benda dan gantungkan pada posisi lainnya (B) dan gores kembali dari titik B ke bawah .
o Lakukan hal yang sama untuk posisi gantungan yang ketiga yaitu di titik C , maka goresan goresan goresan yang merupakan garis kerja gaya resultan akan bertemu pada satu titik dan titik pertemuan tersebut merupakan titik tangkap gaya resultan yang disebut dengan titik berat .

Lihat gambar berikut

image

Gambar 4.2 Percobaan mencari titik berat

Perpotongan garis kerja gaya resultan merupakan titik berat , titik z adalah titik tangkap gaya resultan atau titik beratnya lihat gambar berikut .

image

Gambar 4.3 Menentukan titik berat benda