" /> Jenis Bahan Kemasan Kertas dan Sifatnya | TN Pangan
Home > Pertanian dan Perikanan > Menyimpan Hasil Pertanian > Jenis Bahan Kemasan Kertas dan Sifatnya

Jenis Bahan Kemasan Kertas dan Sifatnya

Ada dua jenis kertas utama yang digunakan, yaitu kertas kasar dankertas lunak. Kertas yang digunakan sebagai kemasan adalah jenis kertaskasar, sedangkan kertas halus digunakan untuk kertas tulis berupa bukudan kertas sampul. Berikut beberapa jenis kertas kasar yang dapatdigunakan untuk kemasan:
a) Kertas glasin dan kertas tahan minyak
Kertas glasin dan kertas tahan minyak dibuat dengan cara memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin pembuat kertas. Penambahan bahan-bahan lain seperti plastisizer bertujuan untuk menambah kelembutan dan kelenturan kertas, sehinggadapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang lengket.

Penambahan antioksidan bertujuan unttuk memperlambat ketengikan dan menghambat pertumbuhan jamur atau khamir. Kedua jenis kertasini mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak, oli dan minyak, tidak tahan terhadap air walaupun permukaan dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin.

b) Kertas Perkamen
Kertas perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarine, biskuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan(basah, kering atau digoreng), daging (segar, kering, diasap atau dimasak), hasil ternak lain, teh dan kopi. Sifat-sifat kertas perkamenadalah :
(1) mempunyai ketahanan lemak yang baik,
(2) mempunyai kekuatan basah (wet strength) yang baik walaupundalam air mendidih,
(3) permukaannya bebas serat,
(4) tidak berbau dan tidak berasa,
(5) transparan dan translusid, sehingga sering disebut kertas glasin, dan
(6) tidak mempunyai daya hambat yang baik terhadap gas, kecuali jika dilapisi dengan bahan tertentu.

c) Kertas lilin
Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin parafin dengan titik cair 46-74 oC dan dicampur polietilen (titikcair 100-124 oC) atau petrolatum (titik cair 40520C). Kertas ini dapat menghambat air, tahan terhadap minyak dan oli serta memiliki daya rekat panas baik. Kertas lilin digunakan untuk mengemas bahan pangan, sabun, tembakau dan lain-lain.

d) Kertas Container board
Kertas daluang banyak digunakan dalam pembuatan kartun beralur. Adadua jenis kertas daluang, yaitu, line board disebut juga kertas kraft yang berasal dari kayu cemara dan corrugated medium yang berasal dari kayu keras dengan proses sulfat.

e) Kertas Chipboard
Chipboard dibuat dari kertas koran bekas dan sisa-sisa kertas. Jikakertas ini dijadikan kertas kelas ringan, maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang digunakan sebagai pelindung atau bantalan pada barang pecah belah. Kertas chipboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus dengan daya rentang yang rendah. Jika akan dijadikan karton lipat, maka harus diberi bahan-bahan tambahan tertentu.

f) Kertas Tyvek
Kertas tyvek adalah kertas yang terikat dengan HDPE (high density polyethylene). Dibuat pertama sekali oleh Du Pont dengan nama dagang Tyvek. Kertas tyvek mempunyai permukaan yang licin dengan derajat keputihan yang baik dan kuat, dan sering digunakan untuk kertas foto. Kertas ini bersifat :
(1) no grain yaitu tidak menyusut atau mengembang bila terjadi perubahan kelembaban,
(2) tahan terhadap kotoran, bahan kimia,
(3) bebas dari kontaminasi kapang, dan
(4) mempunyai kemampuan untuk menghambat bakteri ke dalam kemasan

g) Kertas Soluble
Kertas soluble adalah kertas yang dapat larut dalam air. Kertas ini diperkenalkan pertama kali oleh Gilbreth Company, Philadelphia dengan nama dagang Dissolvo. Digunakan untuk tulisan dan oleh FDA (Food and Drug Administration) tidak boleh digunakan untuk pangan. Sifat-sifat kertas soluble adalah kuat, tidak terpengaruh kelembaban tetapi cepat larut di dalam air.

h) Kertas plastik
Kertas plastik dibuat karena keterbatasan sumber selulosa. Kertas inidisebut juga kertas sintetis yang terbuat dari lembaran stirena, mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
(1) daya sobek dan ketahanan lipat yang baik,
(2) daya kaku lebih kecil daripada kertas selulosa, sehingga menimbulkan masalah dalam pencetakan label,
(3) tidak mengalami perubahan bila terjadi perubahan kelembaban (RH),
(4) tahan terhadap lemak, air dan tidak dapat ditumbuhi kapang, dan
(5) dapat dicetak dengan suhu pencetakan yang tidak terlalu tinggi, karena polistirena akan lunak pada suhu 80oC.

Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh dan penggunaannya yang luas. Selain sebagai kemasan, kertas juga berfungsi sebagai media komunikator dan media cetak. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas bahan pangan adalah sifanya yang sensitif terhadap airdan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan.

Sifat-sifat kemasan kertas sangat tergantung pada proses pembuatan dan perlakuan tambahan pada proses pembuatannya. Kemasan kertas dapat berupa kemasan fleksibel atau kemasan kaku. Beberapa jenis kertas yang dapat digunakan sebagai kemasan fleksibel adalah kertas kraft, kertastahan lemak (grease proof). Glassin dan kertas lilin (waxed paper) atau kertas yang dibuat dari modifikasi kertas-kertas ini. Wadah-wadah kertas yang kaku terdapat dalam bentuk karton, kotak, kaleng fiber, drum, cawan-cawan yang tahan air, kemasan tetrahedral dan lain-lain, yang dapat dibuat dari paper board, kertas laminasi, corrugated board dan berbagai jenis board dari kertas khusus.

Wadah kertas biasanya dibungkus lagi dengan bahan-bahan kemasan lain seperti plastik dan foil logam yang lebih bersifat protektif. Beberapa gambar di bawah ini adalah contoh-contoh kemasan kertas.
image
Gambar 30. Aneka jenis ikan asin dalam kemasan kardus/karton