" /> Penanaman Rumput Laut Archives | Page 3 of 6 | TNeutron
Home > Penanaman Rumput Laut (page 3)

Penanaman Rumput Laut

Nitrat dan Nitrit

Nitrogen adalah salah satu unsur utama penyusun sel organisme yaitu dalam proses pembentukan protoplasma. Nitrogen sering kali berada dalam jumlah yang terbatas di perairan, terutama didaerah beriklim tropis. Kekurangan nitrat dalam perairan dapat menghambat pertumbuhan tanaman akuatik, walaupun unsur hara lain berada dalam jumlah yang melimpah (Hunter, 1970 dalam Patadjal, 1993). Nitrogen di perairan sebagian besar dalam bentuk ion nitrit ...

Read More »

Unsur Zat Besi dan Natrium

Pada tumbuhan alga zat besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil, serta berperan sebagai sistem enzim, dan transfer elektron pada proses fotosintesis, kadar zat besi yang berlebihan sangat menghambat fiksasi unsur lainnya (Effendi, 2000). Zat besi juga berperan dalam oksidasi reduksi pada proses fotosintesis dan respirasi selain sebagai beberapa kofaktor enzim pada tumbuhan (Agustina, 2004). Kekurangan zat besi dapat menyebabkan ...

Read More »

Faktor Salinitas Rumput Laut

Salinitas adalah jumlah (gram) zat-zat yang larut dalam kilogram air laut dimana dianggap semua karbonat-karbonat telah diubah menjadi oksida, brom, dan ion diganti oleh clor dan semua bahan-bahan organik telah dioksidasi secara sempurna. Salinitas perairan untuk organisme laut merupakan faktor lingkungan yang penting. Setiap organisme laut memiliki toleransi yang berbeda terhadap salinitas untuk kelangsungan hidupnya. Beveridre (1987) dalam Iksan (2005) ...

Read More »

Faktor Derajat Keasaman dan Unsur Hara

pH merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan alga laut, sama halnya dengan faktor-faktor lainnya. Menurut US-EPA (1973) dalam Iksan (2005) kisaran pH maksimum untuk kehidupan organisme laut adalah 6,5-8,5. Chapman (1962) dalam Supit (1989) menyatakan bahwa hampir seluruh alga menyukai kisaran pH 6,8-9,6 sehingga pH bukanlah masalah bagi pertumbuhannya. Selanjutnya Kylin (1927) dalam Supit (1989) menemukan daya tahan alga ...

Read More »

Strain Rumput Laut

Strain rumput laut akan terus berkembang sesuai dengan kemampuan perkembangbiakan dan karakteristik daerah pengembangannya. Apalagi jika sudah terjadi domestikasi di daerah tertentu. perbedaan strain rumput laut Kappaphycus alvarezii yang paling menonjol dapat dilihat dari perbedaan warnanya. Saat ini telah berkembang pula strain-strain yang dikembangkan di Indonesia sehingga diberi nama strain maumere, strain Bangkok, strain polewali, strain kangkung/gadis bali, dsb. Penamaan ...

Read More »

Serangan Bakteri Pada Rumput Laut

Bakteri yang dapat diisolasi dari rumput laut dengan gejala ice-ice antara lain adalah Pseudomonas spp., Pseudoalteromonas gracilis, dan Vibrio spp. Agarase (arginase) dari bakteri merupakan salah satu faktor virulen yang berperan terhadap infeksi ice-ice (Yuan, 1990). Faktor-faktor predisposisi atau pemicu lainnya juga dapat menyebabkan ice-ice. Predisposisi itu antara lain adalah serangan hama seperti ikan baronang (Siganus spp.), penyu hijau (Chelonia ...

Read More »