Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Pengelolaan Kualitas Air – Page 16 – TNeutron
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Pengelolaan Kualitas Air (page 16)

Pengelolaan Kualitas Air

Pengukuran Nitrat dan Nitrit

A. Nitrat Penentuan nitrat-nitrogen digunakan metode brucine dengan pereaksi-pereaksi brucine dan asam sulfat pekat. reaksi brucine dengan nitrat membentuk senyawa yang berwarna kuning. kecepatan reaksi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat panas larutan. pemanasan larutan dilakukan dengan cara penambahan asam sulfat pekat. pengukuran kadar Nitrat selain dengan menggunakan metode brucine juga dapat menggunakan metode Cadnium Reduction Methode, Ultraviolet Spectrophotometric Screening Method ...

Read More »

Alat Turbidimeter

Turbidimeter merupakan salah satu alat yang berfungi untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Turbidimeter merupakan alat yang memiliki sifat optik akibat dipersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya. yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intesitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan. Ada 2 jenis Turbidimeter umum yang sering dipakai sekarang yaitu : o ...

Read More »

Pengukuran Ammonia Dengan Metode Nessler

Penentuan amonia-nitrogen digunakan metode Indophenol (metode phenate). metode ini memeberikan hasil yang baik untuk perairan air kolam. pereaksi yang digunakan adalah phenate (phenol), chlorox (oxidizing solution) dan mangan sulfat. phenol dan hypochlorit (chlorox) beraksi dalam kondisi larutan basa membentuk phenylquinone-monoimine yang selanjutnya akan bereaksi dengan ammonia menjadi indophenol yang berwarna biru. kepekatan warna biru sebanding dengan kadar amonia yang ada. ...

Read More »

Organisme Bentos

Bentos merupakan organisme perairan yang hidup di dasar perairan. pengamatan parameter biologi untuk bentos umunya hanya terbatas pada makrobentos. Pengambilan sampel organisme bentik dapat dilakukan dengan cara sederhana terutama untuk daerah litoral yang dangkal (tepian). Beberapa larva arthropoda dapat diambil dengan menggunakan jala surber, sedangkan untuk beberapa jenis molusca karena memiliki ukuran yang besar dapat dilakukan tanpa bantuan alat khusus. ...

Read More »

Teknik Pengambilan Sampel

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel adalah : 1) Fiksasi Fiksasi merupakan proses pengawetan sampel dengan menggunakan bahan pengawet agar material yang diambil dapat diproses dengan teknik PCR. Prinsip pemilihan jenis pengawet : a) Mudah dalam penanganan, penyimpanan, dan transportasi, b) Tidak mengurangi sensitifitas diagnosis, c) Mudah didapat dan relatif murah. Ada 2 cara pengawetan yang umum digunakan ...

Read More »

Gejala Klinis Infeksi WSSV Pada Udang

Virus juga dapat ditemukan dalam hemolymph pada udang yang menunjukkan gejala klinis, hal ini diduga WSSV menyebar melalui sistem sirkulasi (Momoyama et al., 1995). Gejala klinis infeksi WSSV pada tubuh udang dengan gejala berwarna kemerahan dapat dilihat pada Gambar 6. IHHNV tergolong dalam double-standed DNA dan merupakan virus berukuran terkecil yang menyerang udang. Diameter virion 22 mm, non-envelope, termasuk dalam ...

Read More »