Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Pengelolaan Kualitas Air – Page 14 – TNeutron
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Pengelolaan Kualitas Air (page 14)

Pengelolaan Kualitas Air

Filter Air Jenis Wet and Dry

Filter Wet and Dry atau Filter Tetes (Trickle Filter) boleh dikatakan merupakan salah satu wujud improvisasi dari filter biologi “konvensional”. Dalam filter biologi “konvensional”, media filternya berada dalam kondisi terendam air. Sedangkan dalam filter tetes, sebagian dari media filter tersebut sengaja di ekspos ke udara terbuka, sehingga menciptakan bagian filter dalam kondisi “kering” (dry). “Penciptaan” suasana “kering” ini dimaksudkan untuk ...

Read More »

Indikator Kecerahan Perairan

Kecerahan merupakan parameter fisika yang erat kaitannya dengan proses fotosintesis pada suatu ekosistem perairan. Kecerahan menggambarkan sejumlah atau sebagian cahaya yang diteruskan pada kedalaman tertentu yang dinyatakan dengan persen. Cahaya ini adalah cahaya dari beberapa panjang gelombang di daerah spektrumcahayayang terlihat danjatuh tegakluruspada lapisan permukaan air pada kedalaman tertentu. Kecerahan yang tinggi menunjukkan daya tembus cahaya matahari yang jauh ke ...

Read More »

Salinitas Alami Perairan

Salinitas yang tak sesuai dapat menggagalkan pembiakan dan menghambat pertumbuhan. Kerang hijau, kerang darah dan tiram adalah jenis-jenis kerang yang hidup di daerah estuaria. Variasi salinitas alami estuaria di Indonesia berkisar antara 15–32%. Hasil penelitian pada kerang hijau memberikan petunjuk bahwa salinitas 15% dapat menyebabkan kematian kerang tersebut. Keberhasilan benih kerang darah untuk menempel pada kolektor tergantung pada salinitas. Pada ...

Read More »

Faktor Kedalaman Suatu Perairan

Kedalaman suatu perairan berhubungan erat dengan produktivitas, suhu vertikal, penetrasi cahaya, densitas, kandungan oksigen, serta unsur hara (Hutabarat dan Evans, 2008). Kedalaman perairan sangat berpengaruh terhadap biota yang dibudidayakan. Hal ini berhubungan dengan tekanan yang diterima di dalam air, sebab tekanan bertambah seiring dengan bertambahnya kedalaman (Nybakken, 1992). Kedalaman merupakan parameter yang penting dalam memecahkan masalah teknik berbagai pesisir seperti ...

Read More »

Kecepatan Arus Air Laut

Arus di laut disebabkan oleh perbedaan densitas masa air laut, tiupan angin terus menerus diatas permukaan laut dan pasang-surut terutama di daerah pantai. Pasang surut juga dapat menggantikan air secara total dan terus menerus sehingga perairan terhindar dari pencemaran. Sedangkan distribusi pantai dapat merubah dan meredam arus. Arus mempunyai pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan biota perairan. Arus dapat menyebabkan ...

Read More »

Indikator Biologis Pencemaran Sungai

Indikator biologis pencemaran sungai harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1) Mudah diidentifikasi 2) Mudah dijadikan sampel, artinya tidak perlu bantuan operator khusus, maupun peralatan yang mahal dan dapat dilakukan secara kuantitatif. 3) Mempunyai distribusi yang kosmopolit. 4) Kelimpahan suatu spesies dapat digunakan untuk menganalisa indeks keanekaragaman. 5) Mempunyai arti ekonomi sebagai sumber penghasilan (seperti ikan), atau hama/organisme penggangu (contoh ...

Read More »