Home > Konservasi Tanah dan Air (page 4)

Konservasi Tanah dan Air

Dam Penahan dan Pengendali

Dam penahan adalah bendungan kecil yang lolos air dengan kontruksi bronjong batu atau crucuk kayu/bamboo yang dibuat pada alur jurang dengan tinggi maksimum 4m. Manfaat DAM Penahan adalah untuk mengendalikan endapan dan aliran air permukaan dari Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) di bagian hulu serta meningkatkan permukaan air tanah di bagian hilirnya. Gambar 30. Dam penahan dari bronjong batu Aliran ...

Read More »

Perencanaan Teknis Bendungan Urugan

1) Karakteristik bendungan urugan Dibandingkan dengan jenis-jenis lain, maka bendungan urugan mempunyai keistimewaan sbb : Pembangunannya dapat dilaksinakan pada harnpir semua kondisi geologi dan geografi yang dijumpai. Bahan-bahan untuk tubuh bendungan dapat digunakan batuan yang terdapat di sekitar lokasi calon bendungan. Kelemahan tipe bendungan ini adalah tidak mampu menahan limpasan diatas mercunya, di mana limpasa yang terjadi dapat menyebabkan longsoran ...

Read More »

Bendungan Urugan (Fill Type Dam)

Bendungan urugan (fill type dam) dapat dibagi menjadi : 1) Bendungan homogen Suatu bendungan urugan digolongkan dalam type homogen, apabila bahan yang membentuk tubuh bendungan tersebut terdiri dari tanah yang hampir sejenis dan gradasinya (susunan ukuran butirannya) hampir seragam. Tubuh bendungan secara keseluruhannyaberfungsi ganda, yaitu sebagai bangunan penyangga dan sekaligus sebagai penahan rembesan air. 2) Bendungan zonal Bendungan urugan digolongkan ...

Read More »

Pengolahan Tanah (Tillage)

Berbagai teknik konservasi tanah dan air pada metode mekanik tersebut diatas berfungsi untuk: memperlambat aliran air permukaan, menampung dan menyalurkan aliran air permukaan agar tidak merusak, memperbaiki dan memperbesar infiltrasi air dan aerasi tanah serta menyediakan air bagi tanaman. Yang dimaksud pengolahan tanah adalah setiap manipulasi/ rekayasa terhadap tanah untuk menciptakan keadaan tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah ...

Read More »

Konservasi Tanah dan Air Secara Mekanik

Guludan adalah tumpukan tanah yang dibuat memanjang menurut arah garis kontur atau memotong arah lereng (Sitanala Arsyad 1989). Guludan biasanya dibuat oleh para petani dengan tinggi tumpukan tanah antara 20 – 50 cm dan lebar dasar antara 30 – 60 cm. Di daerah Warung Buncir atau sekitar Cinagara para petani guludan-guludan ditanami jagung, kacang-kacangan dan ketela pohon. Mereka dapat memanen ...

Read More »

Pelaksanaan Rehabiltasi Lahan Dengan Mucuna

Persiapkan biji benih Mucuna yang daya tumbuhnya baik. Pada tanah yang akan direhabilitasi dilakukan pengolahan tanah pada permulaan musim hujan; bila hujan telah cukup penanaman biji dilakukan dengan cara ditugal. Dapat digunakan jarak tanam 20t x 20 cm setiap lubang tanam ditanam dua benih. Dilakukan pemupukan awal dengan TSP sebanyak 25 ton/ha dan setelah berumur dua hulan biasanya tanaman Mucuna ...

Read More »